Berita

Imam Prasodjo

Wawancara

WAWANCARA

Imam Prasodjo: Tidak Mau Kecolongan, Makanya Kami Buat Ranking

MINGGU, 21 AGUSTUS 2011 | 02:18 WIB

RMOL.Pemberian ranking calon pimpinan KPK diharapkan menjadi benteng moral bagi DPR saat melakukan fit and proper test.

“Kami tidak bermaksud menga­rahkan DPR, tapi ini bentuk pengawalan prosesnya di DPR,’’ ujar anggota Pansel Pimpinan KPK, Imam Prasodjo kepada Rakyat Medeka, Jumat (19/8).

Seperti diketahui, Pansel telah menyerahkan delapan nama ca­lon pimpinan KPK kepada Presi­den. Kemudian Presiden sudah menyerahkannya ke DPR.

Kedelapan nama yang disera­kan itu, diberikan peringkat dan catatan agar presiden dan DPR me­mahami metodologi dan per­debatan yang terjadi dalam rapat Pansel.

Rankingnya adalah Bambang Widjojanto, Yunus Husein, Ab­dullah Hehamahua, Handoyo Su­drajat, Abraham Samad, Zulkar­nain, Adnan Pandupradja, dan Aryanto Sutadi.

Imam selanjutnya mengata­kan, pemberian rangking kepada de­lapan calon pimpinan yang lolos seleksi merupakan kesepa­katan Pansel.

“Sekarang bolanya ada di DPR. Namun, kami tidak mau ke­colongan. Makanya  kami mem­buat rangking agar publik bisa ikut mengawal proses pemilihan pimpinan KPK di DPR. Kalau peringkat bawah tiba-tiba naik ke atas, publik bisa melihat dan me­nilai sendiri apa yang terjadi di DPR,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Pansel ingin agar empat be­sar yang dipilih?

Peringkat yang dibuat pansel bisa dijadikan pertimbangan, tapi bisa juga tidak. Yang pasti, ran­king ini dibuat untuk dijadikan alat kontrol bagi semuanya, ka­rena pansel memilih empat orang yang top dan bisa diandalkan.

Memang empat yang lain ti­dak bisa diandalkan?

Perbedaan akan terlihat bagai­kan langit dan bumi. Empat orang teratas adalah yang top, dan em­pat lainnya hanya untuk meme­nuhi perundang-undangan. Sila­kan tafsirkan sendiri.

Apakah Pansel dapat menja­min itu?

Jika ada pihak-pihak yang me­nanyakan atau meragukan hasil seleksi pansel, saya kira itu ke­liru. Pansel sangat mudah mem­pertanggungjawabkannya. Se­bab, secara metodologi kita tidak cacat, tidak ada intervensi politik dan bebas dari titipan-ti­tipan. Kami telah berusaha seob­jektif mungkin.

Memang bagaimana proses se­leksinya?

Data dari awal sampai akhir kami pelihara, karena menjadi bagian dari infomasi tentang ca­lon pimpinan tersebut. Terkait ha­sil akhir menjadi delapan orang, penilaian didasarkan de­ngan menggunakan ranking dan bukan alphabet.

Proses penentuan ranking ini diperoleh setelah mengakumulasi nilai yang diberikan 13 anggota pansel untuk masing-masing ca­lon pada tahapan wawancara. Se­telah selesai wawancara, semua nilai anggota pansel yang 13 orang itu dijumlahkan kemudian muncullah delapan nama. Inti­nya, semua penilaian itu ada polanya.

Apa saja polanya?

Calon pimpinan KPK harus orang yang pantas dan cocok. Banyak yang pantas tapi belum tentu cocok untuk tugas itu. Ke­mudian, kriteria kecocokan ter­sebut dikembangkan lagi menjadi empat syarat pokok. Yaitu inte­gritas, kepemimpinan, faktor kom­petensi menyangkut kemam­puan, dan independensi.

Paling tidak, ada 25 poin yang akan kita nilai dari calon itu. Dari integritas ada 6 segi yang dinilai, kepimpinan 13 poin, kompetensi 7 poin, dan independensi ada 5 kriteria. Inilah yang kita jadikan dasar untuk calon-calon tersebut. Maka setelah kita hitung kualita­tif angka, kita temukan 8 org tersingkir 2 orang.

Apakah Anda bisa menjamin kalau proses penilaian itu bersih dan bebas intervensi?

Setelah semua anggota pansel memberi penilaian, data itu dita­bulasi. Nah, pihak yang melaku­kan tabulasi itu tidak tahu siapa orang yang mendapat nilai-nilai itu. Kemudian ditelaah lagi poin per poin. Misalnya, si A kepe­mim­­pinanya berapa, integritas­nya, independensi, dan kapasitas­nya bagaimana.

Kemudian membuat peta, siapa yang akan disingkirkan dari 10 menjadi 8. Di situlah terjadi per­debatan kualitatif. Namun, pe­ring­kat 1 sampai 4 tidak ada per­deba­tan. Karena semua sepakat dan hasil tabulasinya memang tingggi. Untuk menyingkirkan kedua orang itu, pansel akhirnya menye­pakati poin tertinggi yang jadi pertimbangan adalah inte­gritas.

Apa tidak ada perdebatan da­lam Pansel KPK ?

Kami sangat terbuka. Kalau ada seseorang yang mem­pro­mosikan orang lain secara berle­bihan, ya kami ajak becanda, nah titipan siapa ini he...he...he... Waktu itu, pernah ada anggota pansel juga yang mengatakan, saya mendapat reko­mendasi dari banyak pihak tentang si A. Lalu kami jawab, ‘justru semakin banyak rekomen­dasi lah yang membuat dia tidak pantas lolos seleksi. Itulah orang yang di­ragu­kan independensinya.

Suasana seperti itu tetap ter­jadi. Tapi, agar tidak tegang kami ber­canda. Nggak ada yang bisa do­rong-dorong angota pansel yang lain tanpa adanya bukti yang kuat tentang keempat poin yang men­jadi penilaian utama pansel. [rm]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya