Berita

Azis Syamsuddin

Wawancara

WAWANCARA

Azis Syamsuddin: Kami Kawal Kasus Nazaruddin Agar Tidak Terjadi Rekayasa

SENIN, 15 AGUSTUS 2011 | 03:00 WIB

RMOL.Komisi III DPR mengawal secara ketat penanganan kasus Nazaruddin agar tidak terjadi rekayasa untuk menyelamatkan seseorang.

“Penanganan kasus ini harus transparan dan obyektif. Jangan sampai terjadi rekayasa,” tegas Wakil Ketua Komisi III DPR, Azis Syamsuddin, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Jumat (12/8).

Soal tempat penahanan ter­sangka kasus dugaan korupsi pem­bangunan Wisma Atlet itu, Azis mengatakan, terserah KPK. Di mana saja, boleh. Asal ditetap diawasi secara ketat agar tidak melarikan diri atau keluar dari penjara.

Seperti diketahui, sesampainya di tanah air, Nazaruddin rencana­nya ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan Kepala Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Brimob Kelapa Dua, AKBP K Budiman.

Namun, Budiman enggan me­nyebutkan di sel mana Naza­ruddin akan ditempatkan. Soal­nya, kata dia, Penempatan sel Nazaruddin sedang dibicarakan dengan KPK.  

Azis selanjutnya mengatakan, meski publik khawatir tentang keamanan dan ketertiban tahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Ko­misi III DPR tidak dapat meng­intervensi KPK soal penempatan tahanan.    

“Kalau khawatir seperti Gayus Tambunan, ditahan di manapun bisa terjadi,” tegas politisi Partai Golkar itu.

Berikut kutipan selengkapnya:

Sepertinya Anda khawatir ka­sus ini direkayasa ya?

Kami berharap agar tidak ter­jadi seperti itu. Kasus ini hendak­nya dapat diselesaikan secara obje­k­tif dan transparan. Jadikan­lah ini sebagai momentum untuk mengungkap fakta hukum yang sebenarnya.

Kalau ada intervensi politik atau lainnya, apa sikap Komisi III DPR?

Mudah-mudahan tidak. Kami akan mengawasi proses hukum kasus ini. Sebab, ini momentum melakukan pembenahan.

Bagaimana dengan kesela­ma­tan Nazarudin?

Kan ada LPSK (Lembaga Per­lindungan Saksi dan Korban). Bahkan, mereka sudah melaku­kan monitoring.

Bukankan belum ada pihak yang mengajukan permohonan kepada LPSK?

LPSK itu kan bisa bekerja pro­aktif. Tanpa menunggu per­min­taan. Mereka dapat bekerja de­ngan atau tanpa adanya permo­honan perlindungan saksi atau korban.

Oknum pimpinan KPK ditu­ding menerima suap dari Naza­ruddin, komentar Anda?

Itu kan baru sebatas tudingan dan dilakukan segelintir orang. Kita tidak bisa menggeneralisasi dong. Kasih kesempatan KPK untuk menuntaskan perkara ini.

 Hanya saja, saya berharap agar pimpinan yang disebut mene­rima suap itu harus dinonaktif­kan. Se­lain mempermudah peme­riksaan Komite Etik KPK.

Berdasarkan survei LSI, ke­per­cayaan publik terhadap KPK hanya 41,6 persen, tapi pimpinan KPK menduga survei tersebut pesanan, menurut Anda?

Jika ada pihak-pihak yang menganggap survei tersebut me­rupakan survei pesanan atau tidak objektif, sebaiknya menuntut pihak yang membuat survei. [rm]



Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya