Berita

ilustrasi

CALON PRESIDEN

IHP: Bagaimana Mungkin Bicara tentang Capres di Saat Kehidupan Rakyat Kebanyakan Semakin Sulit

MINGGU, 07 AGUSTUS 2011 | 14:26 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Semakin banyak hal yang tidak nyambung di negeri ini. Di saat kehidupan rakyat kebayakan semakin sulit menyusul kenaikan harga kebutuhan bahan pokok, biaya sekolah yang semakin sulit dijangkau, elite politik malah berlomba-lomba membicarakan tentang siapa yang pantas menjadi presiden kelak.

Padahal, Pilpres 2014 baru akan digelar tiga tahun lagi. Sementara penderitaan rakyat kebanyakan sedang terjadi di depan mata.

“Perilaku elite politik dan parpol yang gamang dengan calon pada Pilpres 2014 benar-benar menunjukan adanya kesenjangan antara mereka dengan rakyat. Padahal, semestinya ini adalah saat yang tepat bagi elite dan parpol bekerja untuk rakyat. Bukan sebaliknya, memperlebar jarak antara harapan rakyat dengan halusinasi elite dan parpol,” ujar Ketua Masyarakat Profesional Madani (MPM), Ismed Hasan Putro dengan miris.

Di saat rasa kecewa publik pada pemerintah semakin tinggi, di masa rakyat semakin kecewa karena pemerintah dirasakan semakin jauh, di saat itulah semestinya elite dan parpol harus bisa membuktikan bahwa masih ada yang memperhatikan rakyat.

“Rakyat mendambakan kehidupan yang lebih baik dan semakin sejahtera. Bukan lebih nama calon presiden yang semakin banyak,” ujar Ismed dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 7/8). [guh]


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya