Berita

Taufik Kiemas

Wawancara

WAWANCARA

Taufik Kiemas: Pimpinan KPK Non Aktif, Itu Terserah Komite Etik

SABTU, 30 JULI 2011 | 07:28 WIB

RMOL. Ketua MPR Taufik Kiemas mendukung penuh KPK membentuk komite etik terkait dugaan keterlibatan pimpinan KPK dalam kasus Nazaruddin.

Hal ini merupakan bentuk ke­terbukaan KPK terhadap perma­salahan yang sedang dihadapi institusi tersebut.

“Pembentukan Komite Etik KPK bertujuan agar institusi itu lebih terbuka lagi. Itu berarti ba­gus dong,” ujar Taufik Kiemas.


Menurut suami Megawati Soekarnoputri itu, pembentukan Komite Etik merupakan langkah maju, sehingga institusi yang digawangi Busyro Mu­qoddas itu, bisa leluasa me­me­riksa orang-orang internal KPK.

Berikut kutipan selengkapnya;

Apa perlu petinggi KPK itu di­nonaktifkan?
Itu terserah Komite Etik KPK yang memiliki wewenang dalam memutuskan perlu atau tidaknya penonaktifan itu.

 Anda yakin pembentukan Komite Etik bisa profesional?
Saya yakin Pak Busyro bisa menyelesaikan masalah ini de­ngan baik. Alasan saya ini cukup beralasan, karena Pak Busyro memiliki integritas yang tidak perlu diragukan lagi.

Kok Anda begitu yakin?
Di KPK itu yang penting ada­lah lima orang pimpinannya, terutama Pak Busyro sebagai ketua. Bila mereka sudah punya integritas, anggota KPK yang lain pasti akan nurut. Terus terang saya memegang integritas yang dimiliki Pak Busyro saja dan saya yakin beliau akan menjalankan agenda KPK ke depan dengan lurus, terutama dalam pemben­tukan Komite Etik ini.

Independensi KPK diragu­kan dong dengan kasus ini?
Dugaannya ketiga orang itu (Chandra M Hamzah, M Jasin dan Ade Rahardja) datang sen­diri untuk bertemu seseorang, dari sana masyarakat bisa me­nilai sendiri. Jadi apabila mereka ingin bertemu seseorang bisa di DPR saja, misalnya di Komisi III DPR.

Mereka berdalih per­te­muan itu hanya sekadar ma­kan saja?
Undang-undang sudah menga­tur bahwa pimpinan KPK tidak boleh bertemu secara pribadi de­ngan orang yang sedang berper­kara. Apabila pimpinan KPK ingin melakukan pertemuan de­ngan anggota dewan yang sedang berperkara, sebaiknya dilakukan di DPR, yaitu di Komisi III.

Bagaimana dengan seleksi ca­lon pimpinan KPK?
Itu akan diproses dengan ketat di Komisi III DPR. Saya yakin teman-teman di Komisi III sudah tahu apa yang harus mereka laku­kan dalam mencari calon pimpi­nan KPK yang berkualitas. Mereka bisa melihat mana calon yang bisa dipercaya dan yang tidak bisa dipercaya.

Apa harapan Anda terhadap KPK?
Ke depan saya harapkan KPK lebih terbuka lagi dalam menye­le­saikan kasus-kasus yang tengah di­tanganinya. Selain itu, KPK di­minta tidak lagi mem­praktek­kan pe­ne­gakan hukum yang tebang pilih.

O ya, bagaimana dengan ren­cana pembentukan Panja Ma­fia Anggaran?
Saya rasa usulan itu wajar saja dan tidak berlebihan kalau ren­cana itu ingin menyelamatkan anggaran dari rakyat.

Apabila benar mafia anggaran itu ada, maka yang dirugikan ada­lah rakyat. Selama ini 20 persen anggaran kita difokuskan untuk pembangunan. Apabila dalam pengelolaan anggaran itu terjadi kebocoran maka yang kasihan adalah rakyat.    [rm]

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Mendag AS Akhirnya Mengakui Pernah Makan Siang di Pulau Epstein

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:10

Israel Resmi Gabung Board of Peace, Teken Piagam Keanggotaan di Washington

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:09

Profil Jung Eun Woo: Bintang Welcome to Waikiki 2 yang Meninggal Dunia, Tinggalkan Karier Cemerlang & Pesan Misterius

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:08

Harga Minyak Masih Tinggi Dipicu Gejolak Hubungan AS-Iran

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:59

Prabowo Terus Pantau Pemulihan Bencana Sumatera, 5.500 Hunian Warga Telah Dibangun

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:49

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp16.811 per Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:47

Salah Transfer, Bithumb Tak Sengaja Bagikan 620.000 Bitcoin Senilai 40 Miliar Dolar AS

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:33

Menteri Mochamad Irfan Yusuf Kawal Pengalihan Aset Haji dari Kementerian Agama

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:18

Sinyal “Saling Gigit” dan Kecemasan di Pasar Modal

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:09

KPK: Kasus PN Depok Bukti Celah Integritas Peradilan Masih Terbuka

Kamis, 12 Februari 2026 | 08:50

Selengkapnya