Berita

sby-anas/ist

Ah, Anas Urbaningrum Hanya Menang Tipis

SENIN, 25 JULI 2011 | 15:09 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Bagi internal Demokrat, rapat koordinasi Partai Demokrat di Sentul, Bogor kemarin benar-benar sukses. Hal itu ditandai dengan sama sekali tidak diperbincangkannya masalah-masalah krusial yang berkenaan dengan isu-isu berat yang tengah menimpa Demokrat dalam agenda Rakornas.

Masalah Nazaruddin dan tuduhan-tuduhannya, surat palsu MK yang menyeret nama Andi Nurpati dan deretan kepala daerah dari Demokrat yang tertimpa hukum sama sekali tidak jelas dibahas dalam Rakornas.

"Puncaknya, tentu saja, tak sedikitpun suara KLB muncul untuk dipertimbangkan. Jelas, kubu Anas sukses mencapai tujuan internal PD. Selain konsolidasi Anas atas PD tercapai, SBY sebagai Dewan Pembina, juga mencapai posisi idealnya, memuncaki kekuasaan PD tanpa harus merebut tampuk kepemimpinan dari Anas," ujar Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Senin, 25/7).


Dua pidato SBY tentang kisruh PD dan arahan-arahannya, kata Ray, memperlihatkan semakin meneguhkan dominasi dan kontrol SBY atas Demokrat. Inilah, sambung Ray, gejala dimana kepemimpinan Anas di PD makin terpuruk. "Ini merupakan pekerjaan lanjutan Anas berikutnya untuk mengembalikan wibawa dan kontrol PD ke tangannya. Jadi boleh disebut Anas menang kecil dan SBY menang besar," terang Ray.

Sukses secara internal tak membuat Rakornas kemarin juga sukses secara eksternal. Tentu saja karena janji besar partai penguasa itu tentang pembersihan parpol justru semangatnya melemah selama dua hari Rakornas. Dalam Rakornas sama sekali tidak ada perbincangan atas kasus Andi Nurpati, kepala-kepala daerah dari Demokrat yang bermasalah secara lebih spesifik dan tegas.

Poin tentang yang bermasalah secara hukum, susila, dan lain sebagainya, akan dibersihkan tentu sudah merupakan hal yang tertulis dalam kode etik partai. Tanpa disebutpun dalam hasil Rakornas, pada dasarnya, dasar untuk membersihkan orang-orang seperti kriteria yang dimaksud sudah cukup.

"Sukses secara eksternal harus tertunda. Rakornas tidak menggambarkan ketegasan Demokrat untuk melakukan apa yang mereka istilahkan dengan pembersihan," sebutnya.

"Oleh karenanya, kita layak menyangsingkan ucapan SBY bahwa beliau akan berdiri di garis depan partai politik dalam menegakan pembersihan PD. Makin jelas sudah bahwa dalam banyak hal, pemberantasan korupsi, penegakan pluralisme, penegakan hukum, SBY senantiasa akan berdiri di depan tetapi untuk bertindak dan berbuat belakangan," tandas Ray. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya