RMOL. Sejumlah masa, hari ini, menyambangi Kejaksaan Agung. Masa yang mengatasnmakan diri Studi Demokrasi Rakyat dan Pemuda Kebangsaan itu menuntut agar Kejaksaan mencekal Harry Tanoesoedibjo dan mengadilinya. Harry, sebut mereka, sebagai mafia di bursa saham.
Aksi massa yang diikuti juga oleh remaja dan kaum perempuan balita ini diisi oleh orasi. Beberapa perwakilan demonstran menyampaikan keinginanya. Sambil berorasi, para demonstran juga membentangkan beberapa spanduk yang bertuliskan meminta dihentikannya kejahatan korporasi yang dilakukan Harry Tanoesoedibjo.
Kebanyakan demonstran, saat dimintai maksud tuntutan yang mereka sampaikan, tak mau menjawab. Mereka hanya menggeleng-gelengkan kepala.
"Saya diajak temen aja mas. Katanya dapat nasi padang sama uang Rp 35 ribu," ucap seorang demonstran, Agus, yang mengaku berasal dari Tanah Tinggi, Jakarta Pusat.
Ketika ditanya apakah para pendemo mengenal Harry Tanoesoedibjo, mereka malah balik bertanya. Mereka tidak mengenalnya. Aroma demo bayaran ini semakin nampak setelah beberapa orang, melihat mantan anggota KPU Mulyana W Kusumah berada tak jauh di lokasi demo. Ia nampak memantau aksi para pendemo.
Saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu oleh wartawan, Mulyana W Kusumah membantahnya. Ia menegaskan seharian ini tidak muncul di Kejaksaan.
"Saya ini sudah beberapa hari flu berat. Boro-boro hadir di aksi dan sebagainya. Saya terbaring di rumah sampai sore dan sore disuntik dokter. Soal yang diisukan, maaf saya tidak kuasai permasalahannya," ucapnya.
[dem]