chandra/ist
chandra/ist
RMOL. Tersangka suap pembangunan wisma atlit, M. Nazaruddin yakin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan mengusut tuntas kasus suap pembangunan wisma atlit di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Pasalnya, sejumlah pimpinan KPK sudah sepakat dengan Anas Urbaningrum agar tidak menyelesaikan kasus itu.
"Anas sudah deal dengan Chandra M. Hamzah (Wakil Ketua KPK) dan Ade Rahardja (Deputi Penindakan KPK). (Juga) sepakat Chandra dan Ade Rahardja dipilih (menjadi anggota KPK periode mendatang), tapi kasusnya ditutup hanya sampai Nazaruddin. Angelina dan yang lainnya tidak (diusut)," kata Nazaruddin yang mengaku tengah berada di luar negeri saat diwawancara MetroTV, Selasa petang (19/7).
Nazaruddin enggan mendatangi kantor KPK dan menyampaikan bukti keterlibatan sejumlah elit Partai Demokrat termasuk Anas Urbaningrum dan Angelina Sondakh kepada KPK, karena KPK juga pembohong. KPK, kata Nazaruddin, selama ini juga menjadi perampok.
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Selasa, 07 April 2026 | 11:56
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Senin, 06 April 2026 | 05:31
UPDATE
Kamis, 09 April 2026 | 06:16
Kamis, 09 April 2026 | 06:04
Kamis, 09 April 2026 | 05:36
Kamis, 09 April 2026 | 05:26
Kamis, 09 April 2026 | 05:10
Kamis, 09 April 2026 | 04:20
Kamis, 09 April 2026 | 04:16
Kamis, 09 April 2026 | 04:01
Kamis, 09 April 2026 | 03:30
Kamis, 09 April 2026 | 03:28