Berita

chandra/ist

SUAP SESMENPORA

KPK Perampok, Anas Urbaningrum Selamat

SELASA, 19 JULI 2011 | 18:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Tersangka suap pembangunan wisma atlit, M. Nazaruddin yakin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan mengusut tuntas kasus suap pembangunan wisma atlit di Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Pasalnya, sejumlah pimpinan KPK sudah sepakat dengan Anas Urbaningrum agar tidak menyelesaikan kasus itu.

"Anas sudah deal dengan Chandra M. Hamzah (Wakil Ketua KPK) dan Ade Rahardja (Deputi Penindakan KPK). (Juga) sepakat Chandra dan Ade Rahardja dipilih (menjadi anggota KPK periode mendatang), tapi kasusnya ditutup hanya sampai Nazaruddin. Angelina dan yang lainnya tidak (diusut)," kata Nazaruddin yang mengaku tengah berada di luar negeri saat diwawancara MetroTV, Selasa petang (19/7).

Nazaruddin enggan mendatangi kantor KPK dan menyampaikan bukti keterlibatan sejumlah elit Partai Demokrat termasuk Anas Urbaningrum dan Angelina Sondakh kepada KPK, karena KPK juga pembohong. KPK, kata Nazaruddin, selama ini juga menjadi perampok.      


"Saya mau ke KPK tapi KPK-nya bohong semua. KPK perampok. Tahun 2010 bulan 11 (Nopember) Chandra ke rumah saya terima uang. Ada bukti CCTV-nya," kata Nazaruddin.

Menurut Nazaruddin, di rumahnya Chandra menerima sejumlah uang dari seorang pengusaha terkait proyek pengadaan baju Pertahanan Sipil dengan mengancam akan menyidangkan dugaan korupsi yang terjadi dalam proyek tersebut.

"Tanya Benny K Harman, dia ikut dalam pertemuannya," jelas Nazaruddin. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya