Berita

istimewa

GUNUNG LOKON

Pengungsi Capai 4.836 Orang

Bangkitkan Semangat Mapalus
SABTU, 16 JULI 2011 | 12:52 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Status Gunung Lokon, Tomohon, Sulawesi Utara, masih Awas. Jumlah pengungsi juga terus bertambah dimana hingga siang ini, pukul 12.00 WIB, mencapai 4.836 orang atau 1.325 kepala keluarga (KK). Semua tersebar di delapan titik pos pengungsian.

Rincian data pengungsi yang didapatkan terakhir dari Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menguraikan bahwa jumlah pengungsi di SMA Kristen Binsus ada 498 jiwa, 138 KK. Di SMPN 1 ada 1037 jiwa atau 295 KK. Di SMA Kristen 1 terdapat 1402 jiwa atau 394 KK. Di SMA Kristen 2 ada 512 jiwa atau 149 KK. Di Taman kota; 894 jiwa atau 251 KK. Di SD GMIM 7 terdapat 349 jiwa atau 98 KK. Masjid Matani 70 jiwa. Rudis Sinode GMIM; 74 jiwa atau 24 KK.

Sesuai arahan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Syamsul Maarif, di Posko Penanggulangan Bencana Gunung Lokon dan kepada para pengungsi, Sutopo melanjutkan, hendaknya penanggulangan bencana tidak semata-mata mengandalkan bantuan dari pemerintah. Tetapi masyarakat secara tangguh mampu melakukan sendiri hal-hal yang kecil di lingkungan pengungsi.


Hal ini sesuai semangat Mapalus, yaitu semangat gotong royong cara Minahasa. Terkait dengan konteks pengungsi atau bencana masyarakat, dunia usaha dan pemerintah harus saling bergotong royong untuk memecahkan permasalahan mereka sendiri dengan kekuatan dan sumberdaya lokal yang ada sebelum memutuskan untuk meminta bantuan dari luar. Karena dengan upaya tersebut maka mereka akan menjadi semakin kuat dalam menghadapi ancaman atau risiko yang ada di sekitar mereka. Bantuan dari luar hanya diperlukan jika masyarakat sudah tidak sanggup menghadapinya dengan segala sumberdaya yang ada pada mereka. [ald]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya