Berita

PANSEL KPK

Chandra Kehabisan Stamina, Tak Perlu Maju Lagi

JUMAT, 15 JULI 2011 | 09:37 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ada beberapa pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi saat ini yang ikut mendaftarkan diri menjadi pimpinan KPK untuk masa mendatang. Di antaranya adalah Pimpinan KPK Chandra M. Hamzah, Deputi Bidang Penindakan Ade Rahardja, dan Jurubicara KPK Johan Budi  SP.

"Yang dari KPK saat ini saya kurang setuju, kecuali Johan Budi. Dia menurut saya salah satu yang layak dinominasikan," kata aktivis anti korupsi Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Johan Budi diunggulkan Ray berdasarkan interaksi dan penelusurannya terhadap track record Jubir KPK itu. Menurut Ray, mantan wartawan itu mempunyai pengetahuan yang cukup tentang KPK dan memiliki analisis yang cukup bagus. Hal ini karena memang Johan hampir dua periode di lembaga super body itu.


"Dengan pertimbangan itu, orang ini menurut saya layak," katanya.

Sedangkan dua nama yang lain itu, Ray mengaku tidak terlalu merekomendasikan baik kepada Pansel KPK atau Komisi III DPR untuk memilihnya. Ade selama ini dikenal cukup kontroversial, terutama bila berhubungan dengan Kepolisian.

"Kalau Chandra, saya kira cukup sekali lah, tak perlu dua kali," nilai Ray.

Ray memang sepakat bahwa kasus pemerasan dan penyalahgunaan wewenang yang pernah disangkakan kepada Chandra adalah upaya kriminalisasi. Tapi, setelah kasus itu selesai,  Chandra seperti sudah kehabisan stamina.

"Setelah itu menurut saya tidak ada lagi gebrakan. Chandra sudah kehabisan stamina. Kita ingin orang yang fresh," ungkapnya.

Johan Budi bukankah orang lama, kenapa Anda dukung?

"Dia orang lama tapi bukan pengambil kebijakan, dia kan hanya penyampai kebijakan. Boleh jadi banyak kebijakan yang dia tidak setuju," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya