Berita

nazaruddin/ist

Sandiwara SBY, Demokrat dan KPK Bikin Nazaruddin Nyaman di Persembunyian

RABU, 13 JULI 2011 | 15:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Apa yang membuat M Nazaruddin bisa tinggal nyaman di tempat persembunyiannya? Bukankah mantan Bendahara Umum Demokrat itu sudah jadi buronan interpol. Bukankah Presiden SBY sudah mengintruksikan Polri, Kejaksaan dan KPK mengerahkan segala upaya untuk segera menangkapnya. Bukankah juga SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Demokrat dan para elit Demokrat sudah berkali-kali merayu agar Nazaruddin kembali ke tanah air.

Menurut Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Maki) Bunyamin Saiman, ketidakjelasan dalam mencokok Nazaruddin di Luar Negeri terjadi lantaran selama ini Presiden SBY, Demokrat dan KPK bersandiwara. Mereka cuma pura-pura mengejar M Nazaruddin.

"Semua yang mereka lakukan cuma sandiwara. Upaya-upaya mereka kamuflase saja. Mereka pura-pura, tak pernah serius menangkap Nazaruddin,"  ujar Bunyamin kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa waktu lalu.


Nazaruddin kabur ke Singapura sehari sebelum KPK, melalui Dirjen Imigrasi, menerbitkan surat cegah untuknya. KPK, kata Bunyamin, tidak sigap. Sudah tahu Rosa anakbuahnya sejak lama, tapi kelamaan menetapkannya sebagai tersangka. "Jelaslah, KPK cuma main-main doang," katanya.

Kalau SBY serius ingin menangkap Nazaruddin, kata Bunyamin, sangat gampang. Negara-negara Asean pasti sangat peduli dan akan membantu menahan Nazaruddin kalau SBY, selaku Presiden dan ketua ASEAN, meminta bantuan mereka.

Nazaruddin meninggalkan Singapura karena diusir oleh mereka. Mereka memberitahukan kepada pemerintah kalau Nazaruddin sudah meninggalkan negaranya dan terbang ke Ou Jing In, Vietnam.

"Bukankah itu bentuan dari Singapura. Lalu kalau serius, setelah dikabari, SBY seharusnya langsung menghubungi pemerintah Vietnam meminta menahannya di Bandara. Kan ini tidak," kata Bunyamin.

Sandiwara Demokrat, kata Bunyamin, juga kentara. Awalnya mereka semua membela Nazaruddin, lalu berubah mengutuknya. Jelas juga Demokrat memainkan peran untuk mengamankan Nazaruddin. Buktinya, yang mengijinkan Nazaruddin berobat kan fraksi Demokrat. Sampai sekarang tak jelas Nazaruddin sakitnya apa. Mereka (Tim Investigasi Demokrat) mengaku pernah mengunjungi dan bertemu Nazaruddin di Singapura, tapi sampai sekarang mereka tak pernah menunjukkan bukti sakitnya.

"Demokrat bilang tangkap Nazaruddin, tangkap Nazaruddin, tapi pernahkah mereka memberitahukan dimana Nazaruddin tinggal. Kan tidak. Semua sandiwara saja," imbuhnya.

"Mereka semua (Presiden, Demokrat dan KPK) bersandiwara," [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya