Jimly Asshiddiqie/ist
Jimly Asshiddiqie/ist
RMOL. Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie dituding tidak memahami bahwa jabatan publik juga berasal dari jabatan politik.
"Kedua-duanya itu tidak bisa dipisahkan. Hampir tidak bisa dipisahkan. Intinya kan berbasis kinerja. Kalau kinerja ada, untuk apa dipersoalkan," kata Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa Marwan Jafar kepada Rakyat Merdeka Online, (Rabu, 13/7).
Kemarin, Jimly Asshiddiqie mengusulkan agar dibentuk satu undang-undang yang melarang pejabat publik untuk melakukan rangkap jabatan. Hal ini agar pejabat itu tidak terjadi konflik kepentingan dan fokus bekerja di jabatan publik tersebut.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 10:20
Selasa, 28 April 2026 | 10:13
Selasa, 28 April 2026 | 10:09
Selasa, 28 April 2026 | 10:00
Selasa, 28 April 2026 | 09:56
Selasa, 28 April 2026 | 09:53
Selasa, 28 April 2026 | 09:51
Selasa, 28 April 2026 | 09:48
Selasa, 28 April 2026 | 09:39
Selasa, 28 April 2026 | 09:27