Berita

Saleh husin/ist

Partai Oposisi Janji Tak Akan Goyang SBY Kalau Keluar dari Demokrat

RABU, 13 JULI 2011 | 09:37 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Desakan agar Presiden Susilo Bambang menumpahkan segala perhatian dan pikirannya semakin menguat. SBY tidak perlu lagi ikut mengurusi kemelut di Partai Demokrat. Karena hal itu akan mengurangi perhatiannya dalam mengurusi negeri ini.

Setelah PPP, kini giliran Hanura, melalui Wakil Sekjennya, Saleh Husin, yang mengungkapkan demikian. Saleh mengatakan itu saat dihubungi Rakyat Merdeka Online pagi ini.

"Seluruh pemikiran, perhatiannya harus tercurah untuk mengurusi negara ini. Nah untuk masalah partai, harusnya diurusi saja oleh ketua umum beserta jajaran ke bawahnya. Sebaiknya Pak SBY tidak lagi terlibat di urusan partai. Karena ketika beliau menjadi presiden, berarti itu sudah menjadi milik seluruh bangsa," ungkap Saleh.


Tak hanya itu, menurut politisi muda ini, SBY juga tidak perlu lagi menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina. Karena, meski tidak lagi di partai, semua orang sudah tahu bahwa Demokrat adalah SBY.  Karena itu, SBY tidak perlu takut akan digoyang kadernya kalau memang betul akan keluar.

"Nggak lah kalau memang kepemimpinannya, tegas, bagus saya kira orang juga, dalam hal ini di dalam Demokrat, nggak akan mau. Karena bagaimana pun Demokrat itu besar karena figur  SBY. Jadi harusnya tidak perlu ditakutkan," ungkapnya.

Begitu juga di parlemen. Karena sementara pengamat menilai bahwa SBY, masih memegang kendali di Partai Demokrat saja kerap disibukkan oleh manuver-manuver partai-partai di DPR, terutama dari partai oposisi, apalagi kalau SBY sudah keluar dari Demokrat. SBY akan semakin digoyang. Terhadap hal itu, Hanura menampik.

"Walaupun kita partai oposisi, kalau memang beliau memimpin menunjukkan ada perbaikan terhadap perekonomian masyarakat, kita juga sudah pasti harus mendukung. Tak perlu ditakutkan itu," janji Sekretaris Fraksi Hanura ini. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya