Berita

sby/ist

PIDATO SBY

Mata Berkaca-kaca, Sandiwara SBY Mengamankan Nazaruddin

SELASA, 12 JULI 2011 | 23:03 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Sangat gampang menerka perasaan apa yang ada di balik mata berkaca-kaca SBY saat menyampaikan sikapnya terkait ketidakjelasan keberadaan M Nazaruddin di puri Cikeas, Bogor, kemarin malam (Senin, 11/7).

Diliput puluhan pewarta dan disiarkan secara langsung oleh beberapa stasiun TV, SBY malam itu sedang memainkan perannya, bersandiwara untuk membohongi publik, seolah-olah prihatin dengan kelakuan buronan interpol itu, namun sebenarnya mau mengamankannya.

"Yang disampaikan kemarin kamuflase saja. Buktinya, tak pernah ada upaya serius yang dilakukan SBY selaku Presiden," ujar Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Maki), Bunyamin Saiman kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Selasa, 12/7).


Kalau bukan kamuflase, kata Bunyamin, SBY harusnya membuktikan kemampuannya untuk mengembalikan Nazaruddin ke tanah air. Bukan mengeluh. Toh, kata Bunyamin, sebagai Kepala Negara, belum lagi sebagai Ketua ASEAN, sangat mudah sebenarnya bagi SBY untuk mengembalikan Nazaruddin yang disebut-sebut masih bersembunyi di negara ASEAN itu. Yakinlah, kata Bunyamin, kalau SBY memintanya, negara-negara ASEAN pasti membantu.

"SBY tidak melakukan apa-apa. Kalau serius sebenarnya gampang. Misalnya, waktu Singapura memberitahukan kalau Nazaruddin sudah pergi ke Jing In Vietnam, kan Presiden bisa langsung telepon Pemerintah Vietnam, dan minta Nazaruddin dilarang masuk. Lumrah kok sebuah negara minta negara lain menahan atau tidak menerima seseorang yang di negaranya jadi penjahat," katanya.

Kenapa SBY mau bersandiwara? Bagi Bunyamin, SBY lagi-lagi sangat berkepentingan dengan Nazaruddin. SBY tak akan bodoh membiarkan Nazaruddin yang tahu banyak soal borok-borok Demokrat itu diproses secara hukum dengan begitu saja. Ingat, Nazaruddin bukan hanya tahu siapa saja elit Demokrat yang ikut terlibat dalam korupsi pembangunan wisma atlit. Lebih dari itu, dia tahu lumbung biaya untuk kongres Demokrat di Bandung tahun lalu.

"Dia (Nazaruddin) tahu siapa saja yang saweran untuk kampanye Anas di Kongres. Dia tahu lumbung dana mana saja yang dipakai. Dia tahu siapa saja yang dapat sawerannya. Saya kira, kalau bukan karena ketakutan, apalagi alasannya (bagi presiden) untuk tak serius mengembalikan dia", kata Bunyamin. [dem]

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

UPDATE

Prabowo Akui Punya DNA India, Suka Bergoyang Kalau Ada Musik

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09

Pansus DPR Desak Kemendagri Percepat Penyusunan DIM RUU Daerah Kepulauan

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02

Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi di Riau, Total Kini 110 Unit

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50

KPK Harus Tegas, Pengembalian Amplop Raja Juli Tidak Hapus Dugaan Pidana

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44

Kejagung Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Tambang PT PMM, Ada Pegawai Bea Cukai

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43

Prabowo Peluk Erat Modi saat Antar Kepulangannya Menuju India

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34

Kekuatan Jokowi cuma Uang, Bukan Ideologi

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32

Memahami Aturan Paspor Diplomatik: Siapa Saja yang Berhak Memilikinya?

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18

Rekor Baru Messi di Piala Dunia Lewati Maradona

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17

Ketidakadilan Laga Argentina vs Mesir Bersifat TSM

Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00

Selengkapnya