Berita

Saleh Daulay/ist

SBY SENTIL MEDIA

Jangan Sampai SBY Dituding Tak Paham UU

SELASA, 12 JULI 2011 | 12:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seharusnya fokus menyelesaikan berbagai persoalan internal Partai Demokrat, khususnya kasus suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang yang melibatkan M. Nazaruddin, dan juga diduga melibatkan kader-kader yang lain.

Karena itu sikap SBY yang menuding media massa dan pihak ekternal Demokrat lainnya telah memojokkan partai Demokrat disayangakan. SBY tak selayaknya menuding media.

"Tugas media sesungguhnya adalah memberitakan, mengabarkan kepada masyarakat atas sesuatu realitas, termasuk realitas politik yang terjadi. Media sudah menjalankan tugasnya secara baik dan proporsional," kata pengamat politik Saleh P. Daulay saat dihubungi Rakyat Merdeka Online melalui sambungan telepon sesaat lalu.
 

 
Dalam pengamatan Saleh, pemberitaan media yang bersumber pada Short Message Service dan BlackBerry Messenger tidak ada yang salah. Semua kode etik jurnalistik dijalankan. Jadi tidak ada penghakiman lewat media atau trial by the press.

"Setiap pemberitaan ada cover both side-nya. Media juga tidak hanya menerima begitu saja. Setiap nama yang disebut dalam BBM itu dimintai konfirmasi dan tanggapannya. Masyarakat juga tidak bodoh asal mencerna berita. Pasti menggunakan akalnya, mana yang benar dan mana yang salah," jelas dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Andai saja Presiden menemukan pemberitaan satu, dua media, yang dianggap melakukan penyelewangan dari tugas pers, menurut Saleh, sebaiknya SBY mengadukannya ke Dewan Pers. SBY tidak selayaknya berdiam diri kalau dirinya dan Partainya diperlakukan secara tidak fair oleh media. Karena memang hal itu diatur dalam Undang Undang Pers.

"Semua sudah sudah diatur dalam undang-undang. Jangan sampai orang menganggap (SBY) tidak menegerti undang-undang. Kalau SBY tidak melaporkannya, berarti media sudah benar," tegas Saleh.

Karena itu Saleh mewanti-wanti bahwa sikap SBY yang menuding pihak luar ini bukan sebagai cara untuk menutupi persoalan yang saat ini dihadapi oleh Partai Demokrat. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya