Berita

Partai Nasdem/ist

Sekjen Partai Nasdem: Golkar Aneh!

SELASA, 12 JULI 2011 | 12:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Surat edaran Partai Golkar yang melarang kadernya aktif di Organisasi Kemasyaratan Nasional Demokrat ditanggapi sinis pentolan Partai Nasdem, Ahmad Rofiq. Golkar melakukan itu karena Partai Nasdem didirikan.

"Partai Golkar ini aneh-aneh saja. Kenapa dia tidak mempelajari dulu apa ormas apa partai kan. Jelas berbeda itu," kata Sekjen Partai Nasdem, Ahmad Rofiq kepada Rakyat Merdeka Online, (Selasa, 12/7).

Mantan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini kembali menegaskan bahwa tidak ada hubungan partai yang ia pimpin dengan ormas besutan Surya Paloh tersebut. Ormas Nasdem adalah ormas yang tidak ada kaitannya dengan partai politik mana pun.


"Organisasi Nasional Demokrat tidak pernah melakukan rapat-rapat, melakukan pengkajian, tidak pernah membuat satu keputusan tentang kelahiran sebuah partai politik," tegasnya.

Meski dia mengakui, bahwa Partai Nasdem mengemban misi dan spirit yang sama dengan ormas Nasdem. Menurutnya hal itu sesuatu yang sah dan tidak melanggar undang-undang.

"Sama antara PKB dan NU; PAN dengan Muhammadiyah. PMB dengan Muhammadiyah, kan tidak persoalan di situ. Bahwa ada partai yang membawa misi dan semangat sebuah ormas tertentu, itu kan sah-sah saja. Undang-undang juga tidak bisa melarang," ungkapnya.

Tapi sebagian orang memandang Nasdem dan ormas Nasdem seperti main kucing-kucingan. Apa tanggapan Anda?

"Itukan perspektif orang lain," jawabnya enteng. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya