ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Karena rangkap jabatan sudah menjadi gejala umum dan hal itu terbukti tidak membuat jalannya pemerintahannya semakin efektif, makanya sudah selayaknya ada undang-undang yang mengatur soal larangan pejabat publik melakukan rangkap jabatan di partai politik.
Partai sebagai instrumen untuk mencapaai kekuasan dengan jabatan publik yang dihasilkan dari partai harus dipisahkan.
"Harusnya ada pembedaan, bahkan pemisahan. Jadi begitu orang sudah menduduki pemerintahan, dia harus berhenti. Jadi tidak ada conflict of interst," kata gurubesar Ilmu Hukum Tata Negara, Jimly Asshiddiqie, kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 10:20
Selasa, 28 April 2026 | 10:13
Selasa, 28 April 2026 | 10:09
Selasa, 28 April 2026 | 10:00
Selasa, 28 April 2026 | 09:56
Selasa, 28 April 2026 | 09:53
Selasa, 28 April 2026 | 09:51
Selasa, 28 April 2026 | 09:48
Selasa, 28 April 2026 | 09:39
Selasa, 28 April 2026 | 09:27