Jimly Asshidiqie/ist
Jimly Asshidiqie/ist
RMOL. Rangkap jabatan di negara ini sudah menjadi gejala umum. Hampir semua pejabat, baik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif, di semua tingkatan melakukan itu. Malah, banyak gubernur, bupati, dan walikota, yang sebelumnya tidak berpartai, sesudah terpilih, baru masuk ke partai.
"Ini kan gejala yang tidak sehat. Dipandang dari teknis kepartaian dan kekuasaan ya baik. Dia akan mempunyai grade lebih efektif. Tetapi buktinya, selama 13 tahun efektivitas pemerintahan itu kan tidak terbukti. Jadi efektivitas tidak ditentukan oleh penguasaan kepada partai politik. Yang terjadi malah sebaliknya conflik of interest," kata gurubesar Ilmu Hukum Tata Negara, Jimly Asshiddiqie, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu.
Selain para pejabat di daerah, pucuk pimpinan pemerintahan tertinggi di negara ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, juga merangkap jabatan. Karena itu SBY disarankan meninggalkan Partai Demokrat, agar dia menjadi panutan bagi pejabat lainnya.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 10:20
Selasa, 28 April 2026 | 10:13
Selasa, 28 April 2026 | 10:09
Selasa, 28 April 2026 | 10:00
Selasa, 28 April 2026 | 09:56
Selasa, 28 April 2026 | 09:53
Selasa, 28 April 2026 | 09:51
Selasa, 28 April 2026 | 09:48
Selasa, 28 April 2026 | 09:39
Selasa, 28 April 2026 | 09:27