Berita

La Ode Ida

La Ode Ida: Tak Fokus di Pemerintahan, SBY Terjebak Mengurusi Partai yang Sebagian Dihuni Mafia

SELASA, 12 JULI 2011 | 08:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Desakan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera meninggalkan Partai Demokrat dan fokus bekerja di pemerintahan semakin kencang. Hal ini disebabkan, karena terlalu banyak energi SBY terkuras untuk mengurusi partainya tersebut. Apalagi, tadi malam, SBY menggelar konferensi khusus hanya untuk membahas kisruh di partainya.

"SBY kan Pembina Partai Demokrat, otoritas tertinggi. Sebagian energinya tersita ke sana. Harusnya biarlah yang lain saja mengurus itu. Presiden kita ini nggak. Dia masih tetap bertahan di situ," kata Wakil Ketua DPD La Ode Ida kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.

"Pejabat publik itu kan harus fokus pada jabatannya kan. Karena rakyat itu memilih dia, membayar dia untuk mengurus kepentingan publik. Kalau masih mengurus, atau sebagian waktunya tersita mengurus kepentingan kelompok itu artinya dia menyalahi hakikat mandat rakyat. Itu yang saya pahami," tambah senator asal Sulawesi Tenggara ini.


Mantan aktivis ini sebenarnya masih bisa memaklumi SBY tetap menjabat di Partai Demokrat. Asalkan, partainya itu bersih dari korupsi dan SBY mengomandoi melalui partai untuk menjadikan pemerintahan yang juga bersih dan bebas dari korupsi.
   
"Ini kan tidak. Justru partainya yang sekarang ini terbukti, sebagian oknum di dalamnya terlibat dalam mafia, seperti Nazaruddin itu. Itu artinya, dia sudah menyita waktu untuk partai, untuk kepentingan kelompok dan dia juga menjadikan partainya itu dihuni oleh sebagian oknum mafia," tegasnya.

Lalu apa rekomendasi dan saran Anda?

"Sebetulnya, (SBY) tidak perlu terjebak dalam mengurus itu lagi. Jadi Presiden sajalah. Dia kan sudah dipilih jadi Presiden. Dia harus bersikap netral untuk semuanya," tandas La Ode. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya