Berita

gunung lokon/ist

Istana: Gunung Lokon Kini Berstatus Awas!

SENIN, 11 JULI 2011 | 00:44 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Menjelang tengah malam di Indonesia bagian tengah, (Minggu, 10/7) status Gunung Lokon yang berada di Tomohon, Sulawesi Utara, dinaikkan ke level empat, yakni awas. Perubahan status ini dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setelah mengamati secara visual aspek kegempaan dan perubahan flux SO2 serta menganalisis ancaman letusan gunung itu.

Dari catatan yang ada, ini adalah kali pertama sejak akhir 2007, Gunung Lokon kembali berstatus siaga.

Mengutip PVMBG, Staf Khusus Presiden bidang Bencana dan Bantuan Sosial, Andi Arief, mengatakan bahwa masyarakat Kelurahan Kinilow I dan Kelurahan Kakaskasen I, yang termasuk dalam Kawasan Rawan Bencana II, akan dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Kedua kelurahan ini berada sekitar 3,5 km arah timur dari pusat erupsi Kawah Tompaluan.

Dengan sendirinya masyarakat dan wisatawan diminta untuk tidak mendekati dan melakukan aktivitas pada kawasan ini.

Masyarakat di sekitar Gunung Lokon yang berada di luar Kawasan Rawan Bencana II diminta mewaspadai hujan abu, hujan pasir, dan kemungkinan lontaran batu.

Masyarakat juga diminta tenang dan mengikuti arahan Pemerintah Daerah serta tidak  mempercayai berbagai isu yang tidak jelas.

Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon juga diharapkan mensosialisasi masyarakat agar siap siaga mengantisipasi erupsi  Gunung Lokon yang mungkin terjadi secara tiba-tiba.

Pemerintah Daerah juga diminta untuk senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lokon yang dapat dihubungi di nomor 0431361076. Pos ini berada di Desa Kakaskasen, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Atau bisa juga menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung. [guh]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya