Berita

Pemilu 2014 Sulit Jurdil Karena Banyak Kader Demokrat Terancam Masuk Penjara

MINGGU, 10 JULI 2011 | 22:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kekuatan oposisi dan gerakan ekstra parlemen Indonesia masih terus menggalang kekuatan.

Namun yang jelas, bibit ketidakpuasan terhadap pemerintahan SBY-Boediono semakin melebar. Menurut data terakhir Indeks Pembangunan Manusia Indonesia mengalami penurunan dan kini berada di posisi 111, jauh di bawah beberapa negara Asia Tenggara, Filipina (100), Thailand (94), Malaysia (59), dan Singapura (27).

Namun sayangnya, di sisi lain Presiden SBY terlihat lebih disibukkan oleh urusan korupsi dan konflik internal Partai Demokrat yang dipimpinnya.

Apakah gerakan massa di Malaysia akan menginsipirasi gerakan serupa di tanah air?

“Aksi di Malaysia itu adalah bagian dari show of force oposisi. Gerakan mereka sudah dibangun sejak lama. Di Indonesia, ada kondisi objektif dan subjektif sendiri,” ujar Ketua Umum Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem), Masinton Pasaribu, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 10/7).

Sejauh ini gerakan ekstra parlementer di Indonesia efektif bila mahasiswa sebagai elemen utama mulai turun ke jalan. Sementara elite patai politik percaya pada kalender Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni Pemilu 2014, sehingga sulit diharapkan mengambil inisiatif.

“Praktis gerakan oposisi saat ini berjalan tanpa dukungan elite partai karena elite partai belum memiliki kesepahaman mengenai siapa yang menggantikan SBY bila aturun sebelum 2014,” ujar Masinton lagi.

Padahal, sambung dia, sulit membayangkan Pemilu 2014 dapat digelar dengan jujur dan adil serta menghasilkan perubahan yang positif secara signifikan bagi Indonesia. Masinton khawatir manuver Partai Demokrat akan semakin menjadi-jadi mengingat banyak kader partai itu yang terancam masuk penjara bila partai itu kalah. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya