Berita

ilustrasi/ist

Istana: Ada Mafioso Demokrasi Bertopeng Oposisi

MINGGU, 10 JULI 2011 | 22:04 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kalangan Istana menuding ada kelompok mafioso demokrasi yang mengenakan topeng oposisi yang sedang bekerja untuk mendelegitimasi pemerintahan yang sah.

Kelompok tersebut menggunakan berbagai cara, katanya. Mulai dari skandal danatalangan Bank Century, berbagai kasus penggelapan pajak, hingga surat palsu Mahkamah Konstitusi dan Daftar Pemilih Tetap (DPT) serta kecurangan melalui teknologi informasi yang digunakan dalam pemilu.

Menurut salah seorang staf Presiden SBY, Andi Arief, ada sejumlah hal yang perlu diluruskan berkaitan dengan sejumlah tuduhan itu. Persoalan DPT, misalnya. Hal ini sudah dinyatakan selesai setelah menjelang Pilpres 2009 Mahkamah Konstitusi memperbolehkan pemilih menggunakan kartu identitas untuk memilih walau tak terdaftar di DPT.

Lalu isu penggelembungan suara pada DPT pun tak bisa diterima. Bagi yang paham proses pemilu, sebut Andi Arief, tidak mungkin DPT dijadikan instrumen untuk berbuat curang. Sebab setiap daerah pemilihan sudah memiliki DPT dan itu menjadi pegangan resmi. Suara sisa yang tak memenuhi angka DPT tidak bisa diberikan kepada calon lain yang kekurangan suara. Perhitungan suara di TPS, PPK, dan KPU kabupaten/kota/propinsi pun dikontrol oleh partai peserta pemilu dan pihak-pihak lain. Dengan kata lain, penggelembungan DPT hanya akan memperbesar angka golput.

Begitu juga dengan teknologi informasi. Penghitungan yang sah adalah penghitungan secara manual. Sementara data yang ditampilkan IT hanya untuk memudahkan masyarakat yang ingin mengetahui lebih lebih cepat. Pada kenyataannya, karena sidang penentuan suara di PPK dan KPU memakan waktu lama, pengumuman perolehan suara sementara lewat IT pun dihentikan.

Juga telah disebutkan bahwa berdasarkan data Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kecurangan yang terjadi tidak signifikana. Dan, kecurangan paling banyak dilakukan oleh Partai Golkar dan PDI Perjuangan. Sebagian besar adalah perebutan suara di internal partai.

Adapun tuduhan yang sedang dialamatkan pada Andi Nurpati, kata dia, selain harus dibuktikan terlebih dahulu, juga tidak bisa dianggap sebagai pembenar untuk menyatakan bahwa pemilu curang.

Intinya, sebut Andir Arief sekali lagi, mafioso demokrasi itu harus dilawan karena mengabarkan kebohongan.

“Mereka mencoba memanfaatkan ketidakmengertian rakyat. Kalau demokrasi  ibarat jembatan, maka jangan hancurkan di saat jembatan itu penuh sesak orang,” demikian Andi Arief. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya