Berita

sby/ist

Muhammadiyah: Jangan Sampai Krisis Malaysia Melimpah

MINGGU, 10 JULI 2011 | 08:18 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Dari Afrika Utara dan Timur Tengah, gelombang perlawanan rakyat melompat ke Yunani dan Inggris dan kini tiba di Malaysia.

Pemerintahan SBY diminta tidak memandang sepele gelombang besar demonstrasi di negeri tetangga itu. Apalagi, belakangan ini berbagai bentuk ketidakpuasan mulai merebak di banyak tempat di Indonesia.

"Carut marut persoalan politik di Indonesia sudah sepatutnya tidak dianggap sepele oleh SBY. Terutama yang berkaitan dengan dinamika di internal Partai Demokrat," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM), Saleh Partaonan Daulay, usai pelantikan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumatera Utara di Medan, Sabtu malam (9/7).


"Fakta menunjukkan bahwa sampai hari ini, SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat belum mampu menuntaskan persoalan internal partai itu. Belum lagi tengah terjadi pertarungan di Parlemen mengenai dugaan kecurangan dalam pelaksanaan pemilu yang lalu. Isu-isu politik nasional ini bisa saja menjadi pemicu meningkatnya suhu politik yg dapat memicu eskalasi massa," ujar Saleh dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online.

Dia mengingatkan, ada kesamaan isu antara Malaysia dan Indonesia. Saat ini Malaysia tengah membenahi sistem penyelenggaraan pemilihan umum.

"Kesamaan isu  ini bisa saja memancing gerakan sosial yang sama serupa di Indonesia. Bukankah hal itu pun telah kita saksikan di negara-negara Timur Tengah," katanya lagi.

Saleh sungguh berharap SBY tidak lengah menyikapi suasana seperti ini. Jangan sampai, katanya lagi, eskalasi massa di negeri sebelah melimpah ke Indonesia. Apalagi, sambung Saleh, saat ini kelihatannya banyak sekali pihak yang menunggu momentum seperti di Malaysia itu. [guh]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya