Berita

Demokrat: Untung RMOL Tidak Terjebak BlackBerry Nazaruddin

SABTU, 09 JULI 2011 | 21:25 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Sebagai seseorang yang pernah begitu akrab dengan dunia pers dan jurnalistik, Hinca IP Panjaitan merasa prihatin dengan fenomena yang belakangan berkembang dan menjadi semacam kebiasaan baru dalam praktik jurnalisme Indonesia.

Yang dimaksudnya doktor hukum olahraga ini adalah fenomena dimana insan pers bisa dengan mudah menelan informasi dari social media yang disebarkan pihak-pihak yang tidak dapat dikenali, dan menjadikan apapun yang disampaikan pihak yang tak teridentifikasi itu sebagai sebuah fakta peristiwa.

“Sekarang media terjebak pada ‘media baru’ yang masih sangat longgar,” katanya kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu malam (9/7).

Ketika menyampaikan hal itu, mantan anggota Dewan Pers ini sedang berada di Solo untuk menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Komentar Hinca disampaikan untuk menanggapi berita Rakyat Merdeka Online mengenai misteri pengelola BlackBerry Nazaruddin yang dalam beberapa pekan terakhir dengan leluasa menyebarkan informasi mengenai praktik suap dan korupsi yang melibatkan tokoh-tokoh Partai Demokrat.

Di sisi lain media massa yang memperlakukan informasi itu sebagai fakta peristiwa, tanpa pernah bisa menjelaskan kepada publik apakah benar informasi itu disampaikan oleh Nazaruddin yang menghilangkan diri, atau tidak. Sabtu sore, ketika diminta mengkonfirmasi data diri si pengelola BlackBerry Nazaruddin ngambek dan menghapus personal identification number (pin) BlackBerry wartawan Rakyat Merdeka Online dari daftar kontak.

“Untung RMOL tidak sama sekali (terjebak), bahkan melakukan kerja jurnalistik yang luar biasa dengan melakukan cek and recek ke pengelolanya (BlackBerry Nazaruddin),” ujar Sekretaris Departemen Informasi dan Komunikasi DPP Partai Demokrat itu.

Hinca menambahkan, karena ketidakjelasan yang disebarkan pengelola BlackBerry Nazaruddin itulah, DPP Partai Demokrat awal pekan ini melaporkan ke polisi mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu dan pihak-pihak lain yang mungkin terlibat dalam manajemen isu yang merugikan Partai Demokrat.

“(Kami berharap) agar semua bisa menyadari dengan baik dan cerdas, serta menganalisis sebuah informasi sebelum dijadikan pemberitaan,” demikian Hinca. [guh]


Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Dasco Ungkap Target Closing RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:49

Ahmad Luthfi Minta Daerah Dilibatkan dalam Evaluasi MBG

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:23

Pameran "Aku Arek Suroboyo" Kuak Sisi Lain Bung Karno yang Jarang Diketahui

Minggu, 07 Juni 2026 | 19:11

Usulan Natalius Pigai, Ikhtiar Hadirkan Polri Lebih Modern dan Adaptif

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:53

Pajak, Kepercayaan dan Kontrak Sosial

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:49

Jalur Titipan SPMB Masuk Pidana Korupsi, Mau Anak Pintar Kok Nyogok...

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:23

Jurus Seribu Langkah Gagal, Eksekutor Jambret Jakbar Digulung!

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:36

Ditolak Daerah, Mubes V Kosgoro 1957 Dianggap Cacat Prosedur

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:32

Hari Lingkungan Hidup, Pertamina Gaspol Inovasi Sampah dan Tanam Pohon

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:24

Ini Instruksi Khusus Prabowo ke Seskab Teddy Soal Sekolah Rakyat

Minggu, 07 Juni 2026 | 17:07

Selengkapnya