Berita

Pengelola BlackBerry Nazaruddin Ngambek

SABTU, 09 JULI 2011 | 19:31 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Dalam beberapa pekan terakhir salah satu misteri yang terpampang di hadapan media massa juga publik pembaca dan pemirsa adalah: siapakah sebenarnya pemilik atau pengelola akun BlackBerry yang menggunakan nama mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin?

Apakah benar dipegang dan dikelola langsung oleh Nazaruddin? Atau dipegang dan dikelola pihak lain yang tengah mencoba mengambil keuntungan dari kekacauan yang muncul setelah Nazaruddin memilih melarikan diri?

Dari BlackBerry itu kerap disampaikan sejumlah pengakuan dan kesaksian mengenai keterlibatan beberapa Partai Demokrat dalam sejumlah kasus berbau korupsi dan suap.

Walau misteri tentang pemilik dan pengelola akun BlackBerry itu belum juga terpecahkan, namun sayangnya, sementara kalangan media massa memperlakukan isi dari pesan BlackBerry itu sebagai fakta peristiwa.

Awalnya, hanya segelintir wartawan saja yang memiliki hubungan dengan si pengelola akun BlackBerry itu. Namun belakangan, jumlah wartawan yang menerima broadcast dari pengelola akun itu semakin banyak.

Tetapi tidak semua wartawan yang ingin menjadi “teman BBM-an” diterima oleh si pengelola. Seorang wartawan Rakyat Merdeka Online beberapa hari lalu mencoba untuk mendaftarkan diri. Setelah 24 jam berlalu permintaan itu di-declined alias ditolak.

Adapun seorang wartawan Rakyat Merdeka Online lainnya, yang sudah beberapa hari “berhasil” masuk daftar kontak BlackBerry misterius itu, baru beberapa saat lalu didepak.

Pasalnya, wartawan Rakyat Merdeka Online yang satu ini meminta agar sang pengelola BlackBerry mengkonfirmasi bahwa dirinya adalah Nazaruddin. Konfirmasi ini penting karena belakangan semakin banyak pula pertanyaan dan keraguan mengenai “keaslian” berbagai kesaksian dan pengakuan yang di-broadcast akun BlackBerry itu.

"Terserah Anda mau percaya atau tidak," jawab si pengelola singkat. Dia tak mau meladeni permintaan indentifikasi.

Tak berhenti disitu, Rakyat Merdeka Online bertanya sekali lagi:
 
“Untuk memperkuat kadar kesaksian Abang, bersediakah Abang membantu media massa meyakinkan publik bahwa account ini memang milik Abang. Misalkan dengan memotret wajah Abang atau hal-hal lain yang memperlihatkan tentang hal itu?”

Nah, permintaan terakhir ini kelihatannya membuat si pengelola akun Nazaruddin tersinggung. Dia ngambek dan langsung me-remove wartawan Rakyat Merdeka Online dari daftar kontak.

Sebelum pengelola akun BlackBerry Nazaruddin ngambek dan sebelum wartawan Rakyat Merdeka Online meminta kesediaan mengkonfirmasi diri, sang pengelola akun BlackBerry Nazaruddin mengirimkan pesan yang mengatakan dirinya baru mau pulang apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap  koruptor sebenarnya atau penjahat sebenarnya di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Siapa yang menerima uang suap itu harus ditangkap,” katanya sambil menyebut tiga nama. [guh]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya