Berita

sby/ist

Tjipta Lesmana: KLB Demokrat Tergantung Restu SBY!

JUMAT, 08 JULI 2011 | 21:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pengamat politik Tjipta Lesmana tak terlalu aneh dengan semakin meruncingnya persaingan antar faksi di tubuh Demokrat pasca munculnya kasus Nazaruddin. Bahkan tak aneh lagi, katanya, kalau kemudian sebagian dari faksi tersebut mengagendakan akan merubah agenda Rakornas menjadi agenda Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat.

"Kader Demokrat sendiri sudah mengakui rekrutmen partai Demokrat tidak baik. Intinya cukup banyak fungsionaris, kader yang bermasalah. Kasus Nazaruddin membuat ketidakpuasan kader lain semakin menguat," ujar Tjipta kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Jumat, 8/7).

Meski begitu, Tjipta memberikan catatan. KLB tidak bisa digelar selama SBY, selaku Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Dewan Kehormatan partai, tidak merestuinya. Jangan harap ada KLB selama SBY adem-ayem dengan kondisi Demokrat saat ini. SBY penguasa tertinggi di Demokrat.


Tjipta sendiri yakin SBY saat ini sangat terganggu dengan tercemarnya nama Demokrat akibat ulah beberapa kadernya yang kesandung masalah hukum. Kalau kemudian alasan KLB adalah untuk membersihkan partai, maka hampir bisa dipastikan KLB akan terjadi.  SBY akan merestuinya.

"KLB tidak mungkin berlangsung tanpa restu SBY," katanya.

"Saya yakin SBY ingin membersihkan partai Demokrat. Tidak hanya partai, karena nama dia sebagai pendiri nama baiknya tercemar. Martabatnya tercoreng sekali karena borok-boroknya terbongkar," imbuh Tjipta. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya