iberamsyah/ist
iberamsyah/ist
RMOL. Ada yang menduga bahwa isu reshuffle yang merebak hari ini setelah kemarin Presiden SBY mengakui kurang dari 50 persen instrusksinya yang dijalankan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II adalah bentuk pengalihan isu dari kepemimpinannya dan Partai Demokrat yang mendapat sorotan tajam disebabkan kasus Nazaruddin.
Tapi, gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Iberamsyah, melihat sebaliknya. Dia tidak yakin bahwa pengakuan SBY tersebut untuk mendapatkan simpati dari masyarakat, setelah masyarakat juga sudah lama menilai banyak menteri yang tidak layak dipertahankan. SBY tidak perlu mengharapkan simpati, karena rakyat sudah cerdas tahu bagaimana Partai Demokrat dan kualitas kepemimpinan SBY.
"Nggak ada hubungannya saya rasa. Karena tanpa dirusak Partai Demokrat memang sudah rusak duluan," kata Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online, (Jumat, 8/7).
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 10:20
Selasa, 28 April 2026 | 10:13
Selasa, 28 April 2026 | 10:09
Selasa, 28 April 2026 | 10:00
Selasa, 28 April 2026 | 09:56
Selasa, 28 April 2026 | 09:53
Selasa, 28 April 2026 | 09:51
Selasa, 28 April 2026 | 09:48
Selasa, 28 April 2026 | 09:39
Selasa, 28 April 2026 | 09:27