Berita

iberamsyah/ist

Rakyat Sudah Paham Kualitas SBY, Isu Reshuffle bukan Pengalihan Isu

JUMAT, 08 JULI 2011 | 15:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ada yang menduga bahwa isu reshuffle yang merebak hari ini setelah kemarin Presiden SBY mengakui kurang dari 50 persen instrusksinya yang dijalankan menteri Kabinet Indonesia Bersatu II adalah bentuk pengalihan isu dari kepemimpinannya dan Partai Demokrat yang mendapat sorotan tajam disebabkan kasus Nazaruddin.

Tapi, gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia, Iberamsyah, melihat sebaliknya. Dia tidak yakin bahwa pengakuan SBY tersebut untuk mendapatkan simpati dari masyarakat, setelah masyarakat juga sudah lama menilai banyak menteri yang tidak layak dipertahankan. SBY tidak perlu mengharapkan simpati, karena rakyat sudah cerdas tahu bagaimana Partai Demokrat dan kualitas kepemimpinan SBY.

"Nggak ada hubungannya saya rasa. Karena tanpa dirusak Partai Demokrat memang sudah rusak duluan," kata Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online, (Jumat, 8/7).


"Rakyat sudah tahu bahwa beliau ini tidak akan pernah tegas. Nggak perlu dia minta dukungan rakyat lagi. Karena rakyat sudah tahu dia tidak akan bissa tegas SBY. Itu sudah karakter dia, bukan lagi gaya dia nggak berani," tambahnya.

Iberamsyah sendiri mewanti-wanti kalau sampai SBY tidak membuat gebrakan dengan mencopot para menteri yang tidak layak tersebut setelah diakui bekerja tidak maksimal.

"Dia ngomong kurang dari 50 persen nih (instruksi tidak dijalankan). Tapi tiba-tiba dia nggak ngapa-ngapain. Kalau dia berani, begitu dia tidak puas dengan menterinya, langsung dia eksekusi ganti. Buat apa pakai curhat-curhat segala. Dia tidak perlu minta persetujuan dari masyarakat. Karena itu adalah hak prerogatif dia," tegasnya.

Apa komentar Anda seandainya memang SBY tidak mencopot menteri tersebut padahal sudah diakui tidak bisa bekerja? "Ya, aku tetap seperti yang dulu. Seperti lagu dangdut itu. Ini aku nih nggak berubah-ubah, tetap saja nggak berani, ragu-ragu," katanya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya