sb yudhoyono/ist
sb yudhoyono/ist
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seharusnya tidak perlu menyampaikan ke masyarakat bahwa kurang dari 50 persen instruksinya tidak dijalankan menteri-menterinya. Karena dengan mengungkapkan hal tersebut, sama saja SBY mengatakan kepada publik bahwa dirinya sudah salah pilih pembantu.
"Menteri itu siapa yang pilih. Harusnya malu dia mengatakan itu. Karena sama saja dia mengakui telah salah pilih menteri. Dari awalkan kita sudah mengatakan harusnya pilih menteri berdasarkan profesionalitas, bukan bagi-bagi dengan partai politik. PKS empat, Golkar tiga, PAN tiga, PKB dan PPP masing-masing dua menteri," kata pengamat politik Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 8/7).
Tapi karena SBY tidak mau mendengarkan, makanya dari awal Iberamsyah juga sudah memprediksi bahwa kerja menteri tidak akan maksimal. Karena banyak menteri dari partai politik. Iberamsyah melanjutkan, kalau memang sudah tahu bahwa kinerja menterinya tidak memuaskan, SBY sebaiknya langsung mengganti menteri yang tidak bekerja secara maksimal tersebut. Tidak perlu pakai curhat segala.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 10:20
Selasa, 28 April 2026 | 10:13
Selasa, 28 April 2026 | 10:09
Selasa, 28 April 2026 | 10:00
Selasa, 28 April 2026 | 09:56
Selasa, 28 April 2026 | 09:53
Selasa, 28 April 2026 | 09:51
Selasa, 28 April 2026 | 09:48
Selasa, 28 April 2026 | 09:39
Selasa, 28 April 2026 | 09:27