Berita

Ahmad Muzani/ist

Permadi: Buktikan Kursi Sekjen Partai Wiranto Haram

JUMAT, 08 JULI 2011 | 11:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerakan Indonesia Raya, Permadi, mensinyalir kecurangan tidak hanya terjadi pada pemilihan legislatif, tapi juga di pemilihan presiden. Karena itu, dia mendorong agar semua tahapan pemilihan umum diusut lagi.

Tapi yang menarik, kecurangan pada pemilu lalu juga diduga dilakukan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, anggota DPR dari daerah pemilihan 1 Lampung.

Kemarin, calon anggota legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa, Surya Utari melaporkan hal tersebut ke Panja Mafia Pemilu. Dia mengungkapkan, mestinya yang melenggang ke Senayan adalah dirinya. Tapi karena terjadi penggelembungan suara di tingkat pusat, akhirnya yang maju adalah Ahmad Muzani, saat ini anggota Komisi I DPR.


Apa tanggapan Permadi? Permadi mempersilakan hal tersebut untuk diusut tuntas.

"Silakan saja sepanjang bisa dibuktikan. Sikap Gerindra ya silakan. Sampai ke pengadilan, ke KPU, ke Mahkamah Konstitusi. Silakan diusut lagi. Kita taat hukum kok," kepada Rakyat Merdeka Online, (Jumat, 8/7).

Tapi mantan anggota Komisi I DPR ini mengingatkan, bahwa Gerindra juga menjadi korban kecurangan Pemilu.

"Tapi jangan lupa, Gerindra juga bisa mengklaim, mestinya kita dapat 40 kursi kok tinggal 26. Itu pun mau diturunkan lagi jadi 16. Gila kan. Permainan apa ini," katanya mempertanyakan.

Apakah Ahmad Muzani akan dimintai keterangan?


"Silakan saja. Saya waktu itu tidak termasuk di dalam panitia-panitia Pemilu atau apa. Itu ada yang urus, DPP mestinya yang urus," demikian Permadi.

Sejauh ini Ahmad Muzani sendiri belum bisa dimintai keterangan. Saat dihubungi, telepon selulernya tidak aktif. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya