Berita

Panja Mafia Pemilu, Ya Harus Usut Semua Kecurangan Pemilu

JUMAT, 08 JULI 2011 | 11:07 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Panitia Kerja Mafia Pemilihan Umum yang dibentuk Komisi II didorong untuk mengusut semua kecurangan yang terjadi di Pemilihan Umum pada 2009 lalu di semua tahapan. Pemilihan umum diingatkan, tidak hanya pemilihan legislatif, tapi juga pemilihan presiden.

"Namanya kan Panja Mafia Pemilu. Ya seharusnya seluruh Pemilu bukan hanya pemilihan legislatif, tapi juga pemilihan presiden. Dan itu bukan hanya masalah penetapan yang ada surat palsu segala macam. Itu cuma tahap akhir dari Pemilu," kata politisi senior Permadi kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 8/7).

Permadi membeberkan, tahapan Pemilu itu dimulai dari penetapan daftar pemilih sementara. Dari DPS lalu diusut ke proses penentuan daftar pemilih tetap.

"Itu sudah terjadi manipulasi yang luar biasa. Dari DPT ke pembagian surat. Ini sangat luar biasa manipulasinya. Sebagai contoh. Keluarga saya sembilan orang yang berhak memilih. Saya cuma dikasih empat kartu pemilu. Lalu yang lima ini dikemanakan. Pasti ini dimanfaatkan orang lain. Omong kosong kalau tidak. Semua harus diusut. Jelas, masing-masing tahapan harus diusut," tegasnya. 

Setelah penetapan DPT, masih kata Permadi, yang juga harus diusut adalah tahap pencoblosan. Menurutnya, pencoblosan ini juga terjadi money politics. Dia membeberkan, pada tahapan ini, aparat dan anak kecil ikut memilih. Tak hanya itu, seseorang juga bisa memilih dua hingga tiga kali.

"Kemudian dari pencoblosan ke pengiriman suara. Itu pun juga manipulasi yang sangat luar biasa. Surat C1 dengan C2 sangat berbeda. Terjadi manipulasi pemalsuan segala macam. Setelah itu baru penghitungan, baru penetapan. Kalau yang diurus cuma penetapan, sama saja bohong," tegasnya. [zul]




Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya