Berita

yusril im/ist

SISMINBAKUM

Yusril: Bila SBY Turun Tangan Bukan Intervensi

RABU, 06 JULI 2011 | 23:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Mantan Menteri Kehakiman dan HAM, Yusril Ihza Mahendra, menyambut baik desakan beberapa anggota Komisi Hukum DPR agar Presiden SBY turun tangan menyelesaikan kasus Sisminbakum. Yusril telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

Menurut mantan Menteri Hukum dan HAM itu,  SBY perlu turun tangan bukan dalam rangka mengintervensi hukum, tetapi menjelaskan duduk perkara mengenai PP pemerintah tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang ditandatangani  Presiden.

"Kalau Presiden menerangkan sesuatu masalah yang sedang disidik oleh Kejagung maka itu bukanlah intervensi. Melainkan jiwa besar dari seorang Presiden untuk menerangkan sesuatu dalam rangka penegakan hukum," ujar Yusril dalam keterangannya yang diterima redaksi.


Dibeberkan Yusril, dalam semua dakwaan terhadap perkara ini, Kejagung menuduh para terdakwa melakukan korupsi karena tidak menyetorkan biaya akses Sismibakum sebagai PNBP sehingga berakibat timbulnya kerugian negara. Padahal, katanya, jaringan teknologi informasi Sisminbakum dibangun dan dioperasikan dengan modal swasta dengan Sismtem BOT (build, operate and transfer) selama 10 tahun. Setelah itu seluruh asetnya diserahkan kepada negara. Jelas juga, biaya akses Sisminbakum tidak dicantumkan sebagai PNBP, kecuali PP terakhir bulan Mei 2009, menjelang berakhirnya perjanjian BOT.
 
"Keterangan SBY akan mengungkapkan kebenaran yang sangat penting mengenai kasus ini. Agar Kejagung memahami bahwa biaya akses Sismnbakum sebelum 2009 bukanlah PNBP," tambah Yusril sambil mengatakan pihaknya sudah sejak lama meminta agar meminta keterangan Presiden SBY tetapi selalu ditolak Kejagung. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya