Berita

ilustrasi/ist

THALASEMIA

Pemerintah Kelihatannya Masih Ogah-ogahan...

SELASA, 05 JULI 2011 | 10:37 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Seorang penderita thalasemia membutuhkan dana minimal Rp 300 juta pertahun. Setidaknya di Indonesia ada 5.000 penderita thalasemia dan sekitar 1.500 anak penderita thalasemia dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Thalasemia adalah kelainan darah akibat kerusakan DNA yang membuat produksi sel darah merah tidak optimal serta sel darah merah yang ada mudah rusak. Penyakit ini kerap menyebabkan anemia. Pasien membutuhkan transfusi darah terus menerus untuk memperpanjang harapan hidup. Thalasemia juga bersifat genetik alias bisa diturunkan.

Begitu disampaikan dr. Ribka Tjiptaning, Ketua Komisi IX DPR RI yang menangani masalah kesehatan, ketika berkunjung ke bagian perawatan thalasemia di RSCM, kemarin (Senin, 4/7).

Politisi senior PDI Perjuangan itu meminta semua pihak, terutama pemerintah, serius menangani penderita penyakit thalasemia mengingat besarnya biaya perawatan. Menurutnya, selama ini terlihat terkesan ogah-ogahan dalam menangani dan mengatasi penyakit ini. Salah satu ukuran dari sikap ogah-ogahan itu adalah jumlah penderita yang cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Ribka Tjiptaning juga mempersoalkan unit rawar thalasemia di RSCM yang menurutnya masih sangat kurang. Saat ini, sekitar 60 orang penderita thalasemia melakukan transfusi darah di RSCM.

“Mereka harus himpit-himpitan. Apa yang bisa dilakukan maksimal dengan kondisi ruangan yang luasnya tidak mencapai 30 meter persegi,” keluh Tjiptaning.

Kepala bagian hematologi anak dr. Ria Rustika Amalia yang menerima Ribka Tjiptaning mengakui kondisi tersebut. Menurutnya, RSCM melayani 1.500 anak dari berbagai daerah yang menderita penyakit thalasemia. Kondisi sarana tersebut, kata dr. Ria, tidak layak dan kurang manusiawi.

“Memang saat ini sedang ada pembangunan gedung perawatan pasien thalasemia yang baru. Namun sampai sekarang belum bisa dipastikan kapan selesai. Kami berharap, DPR melalui Komisi IX DPR bisa mendorong pemerintah untuk menyelesaikan pembangunan gedung itu,” ujar dr. Ria.

Bagi penderita penyakit thalasemia juga sering mengalami komplikasi kelebihan zat besi. Sementara obat untuk mengatasi komplikasi itu masih impor. Dr Ria berharap pemeritah bisa meringankan pajak impor untuk obat-obatan tersebut. [guh]


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Dubes Najib: Dunia Masuki Era Realisme, Indonesia Harus Bersatu

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:10

Purbaya Jamin Tak Intervensi Data BPS

Rabu, 04 Februari 2026 | 12:06

Polisi Bantah Dugaan Rekayasa BAP di Polsek Cilandak

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:58

Omongan dan Tindakan Jokowi Sering Tak Konsisten

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:43

Izin Operasional SMA Siger Lampung Ditolak, Siswa Diminta Pindah Sekolah

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:23

Emas Antam Naik Lagi, Nyaris Rp3 Jutaan per Gram

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:14

Prabowo Janji Keluar dari Board of Peace Jika Terjadi Hal Ini

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:50

MUI Melunak terkait Board of Peace

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:44

Gibran hingga Rano Karno Raih Anugerah Indoposco

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:30

Demokrasi di Tengah Perang Dingin Elite

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:15

Selengkapnya