Berita

sby/ist

KASAD BARU

SBY: Siapapun Presidennya Pasti Pilih Pramono

SENIN, 04 JULI 2011 | 22:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Presiden SBY mengaku sudah menduga kalau terpilihnya Letnan Jenderal Pramono Edhie Wibowo sebagai KSAD akan menuai polemik dan dituduh melakukan nepotisme.

"Saya sudah menduga. Saya paham itu. Itu bukan jabatan politik tapi jabatan organik. Tidak apa-apa ada yang komentar seperti itu. (Penunjukan) itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan SBY," ujar SBY saat wawancara dengan Elshinta (Senin petang, 4/7).
 
Selama ini, kata SBY, dirinya menyimak setiap komentar bernada tidakpuas yang disampaikan berbagai kalangan atas penunjukan iparnya itu jadi KASAD. Namun katanya, penunjukan tersebut benar-benar berdasarkan pertimbangan objektif.


"Ini atas pertimbangan realistik dan bisa dipertanggungjawabkan. Siapa pun presidennya akan memilih dia (Pramono)," jelasnya. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya