Berita

NAZARUDDIN/ist

Kapolri Tetap Saja Dipertanyakan kalau Berhasil Tangkap Nazaruddin

SENIN, 04 JULI 2011 | 13:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kapolri Jenderal Timur Pradopo tetap akan dipertanyakan bila pada akhirnya memang berhasil menangkap dan memulangkan mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dari Singapura.

Karena sebelumnya pemerintah pernah membentuk Satgas Pemburu Koruptor, tapi tidak jelas bagaimana juntrunganya. Karena disinyalir ada puluhan koruptor Indonesia yang bersembunyi di Singapura.

"Kalau Nazaruddin berhasil (dibawa pulang), sementara yang lain tidak dibawa pulang, ini sesuatu yang sangat berbahaya dalam pemberantasan korupsi. Kenapa Nazaruddin bisa (ditangkap) yang lain tidak. Kan yang dulu sudah ada perintah juga," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi PAN Taslim Chaniago kepada Rakyat Merdeka Online, (Senin, 4/7).


Karena itu, Taslim melihat bahwa diskriminasi dalam pemberantasan korupsi masih saja terjadi. Dia menegaskan, koruptor-koruptor perbankan yang sudah lama berada di Singapura tak pernah disentuh lagi. Karena penegak hukum hanya berani mengusut kasus korupsi yang bernilai kecil.
 
"Saya sangat sedih penegakan hukum masih sangat diskriminatif. Terutama penegakan hukum untuk kasus korupsi. Korupsi yang besar-besar itu kan banyak melibatkan pemilik perbankan. Itu jumlahnya ratusan milyaran bahkan triliunan. Sementara yang disikat KPK hanya dengan nilai Rp300, Rp250 juta. Ini kan sesuatu yang sangat diskriminatif," tandasnya.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini sendiri tidak yakin Kapolri akan berhasil membawa pulang Nazaruddin. Karena menurutnya, perintah SBY tersebut hanya untuk menyenangkan masyarakat saja. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya