sb yudhoyono/ist
sb yudhoyono/ist
RMOL. Kapolri mengaku sudah bergerak menjalankan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menangkap mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M Nazaruddin. Tapi Kapolri diragukan bisa mendatangkan tersangka kasus kasus suap proyek pembangunan Wisma Atlet Sea Games tersebut.
"Saya tidak begitu yakin. Karena ini hanya gerakan sesaat saja. Setelah itu akan diam. Hilang lagi. Ini karena Nazaruddin politisi saja. Coba kalau pengusaha lain, tidak akan ada ini," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi PAN Taslim Chaniago kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 4/7).
Bila pun Kapolri tidak berhasil menunaikan perintah Presiden tersebut, diyakininya tidak akan terjadi apa-apa terhadap Kapolri, semisal ditegur atau bahkan diberikan sanksi. Karena sebelumnya, sudah banyak instruksi sejenis, tapi tidak ada tindak lanjut bahkan tidak ada hasilnya.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 10:20
Selasa, 28 April 2026 | 10:13
Selasa, 28 April 2026 | 10:09
Selasa, 28 April 2026 | 10:00
Selasa, 28 April 2026 | 09:56
Selasa, 28 April 2026 | 09:53
Selasa, 28 April 2026 | 09:51
Selasa, 28 April 2026 | 09:48
Selasa, 28 April 2026 | 09:39
Selasa, 28 April 2026 | 09:27