taslim Chaniago/ist
taslim Chaniago/ist
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ternyata belum juga beranjak dari kebiasaan lamanya melakukan politik pencitraan. Perintah Presiden kepada Kapolri untuk menangkap Nazaruddin, yang saat ini dikabarkan berada di Singapura, juga dinilai bagian dari pencitraan.
"Saya melihat Presiden masih juga dalam taraf melakukan pencitraan, bahwa dia serius menangani korupsi dan tidak peduli (apakah itu) kader Demokrat (yang terlibat). Ini kan dalam rangka itu juga," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi PAN Taslim Chaniago kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 4/7).
Dia mengatakan instruksi itu sebagai pencitraan karena SBY hanya memerintahkan Kapolri menangkap mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat tersebut. Padahal, katanya, ada banyak koruptor Indonesia yang bersembunyi di Singapura. Menurutnya, mestinya SBY memerintahkan Kapolri untuk memulangkan semua koruptor tersebut.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 10:20
Selasa, 28 April 2026 | 10:13
Selasa, 28 April 2026 | 10:09
Selasa, 28 April 2026 | 10:00
Selasa, 28 April 2026 | 09:56
Selasa, 28 April 2026 | 09:53
Selasa, 28 April 2026 | 09:51
Selasa, 28 April 2026 | 09:48
Selasa, 28 April 2026 | 09:39
Selasa, 28 April 2026 | 09:27