Berita

munir/ist

Seperti Munir, Nazaruddin Bakal Dihabisi!

MINGGU, 03 JULI 2011 | 11:09 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Muhammad Nazaruddin tentu tidak akan mau dikorbankan sendirian dalam kasus pembangunan suap wisma atlet Sea Games yang melilitnya saat ini. Makanya, Nazaruddin akan terus mengungkapkan keterlibatan pihak-pihak lain dari Demokrat dalam kasus tersebut.

"Jika sekarang dia dijadikan tersangka dalam kasus suap wisma atlit Sea Games, maka tidak mungkin yang bersangkutan mau sendirian menjadi korban dari mafia korup yang melibatkannya serta gerombolan koruptor lain di lingkungan Nazaruddin. Tak heran, apabila dari hari ke hari Nazaruddin selalu mendikte nama-nama baru dan jaringan mafia yang turut dalam jejaring korupsinya," kata Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa B. Nahrawardaya, kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Mengingat pengetahuan dan pengakuannya yang terus berkembang, sangat
memungkinkan di kemudian hari Nazaruddin akan membongkar jaringan yang lebih besar. Jika saat ini sudah berani menyebut nama Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng, di lain hari Mustofa yakin Nazaruddin akan menyebut nama yang lebih menghentakkan kita semua.

memungkinkan di kemudian hari Nazaruddin akan membongkar jaringan yang lebih besar. Jika saat ini sudah berani menyebut nama Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng, di lain hari Mustofa yakin Nazaruddin akan menyebut nama yang lebih menghentakkan kita semua.

"Siapa nama itu, kita tunggu!" ungkapnya.

Soal posisi Nazaruddin saat ini, menurutnya, memang sebaiknya tetap berada di Singapura sambil membongkar anggota mafia korup yang ada. Meski risikonya sama, namun lebih baik mengungkapkan seluruh jaringannya dulu, sebelum dia memutuskan kembali atau tetap di Singapura.

"Jangan banyak berharap aparat kita bisa cepat membawa dia kembali ke tanah air. Saya berpikir, Nazaruddin pun sudah memiliki kalkulasi sendiri soal itu. Karena pulang atau tidak pulang, nyawanya tetap saja bisa terancam," paparnya.

Namun, karena Nazaruddin memiliki banyak informasi dan dia kelihatannya akan terus membukanya ke publik, bukan tidak mungkin anggota Komisi VII DPR itu akan dihabisi, seperti yang dialami aktvis HAM, Munir.

"Seperti halnya Munir, daripada membahayakan banyak orang, lebih baik dihabisi.
Nazaruddin pun bisa di-Munir-kan. Namun kelompok mana yang akan menghabisi dia, ini yang akan menjadi episode kedua kisah panjang Nazaruddin. Dan, sayangnya, semuanya tampak  akan berakhir dengan misteri. Seperti halnya Munir!" tandas Mustofa. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya