Berita

nazaruddin/ist

Pernah Duduki Jabatan Strategis, Ocehan Nazaruddin Tak Bisa Disepelekan

MINGGU, 03 JULI 2011 | 10:13 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Muhammad Nazaruddin bukan orang sembarangan di Partai Demokrat. Jamak diketahui, sebelum dicopot, mantan anggota Komisi III DPR itu menduduki posisi strategis di partai berlambang bintang mercy yang didirikan Presiden SBYtersebut. Nazaruddin menjabat sebagai bendahara umum.

Partai Demokrat yang telah sukses mengantarkan SBY menjadi presiden hingga dua periode, tidak bisa dilepaskan dari posisi Bendum. Sebagai pengendali keuangan partai besar, Nazaruddin dipastikan mengetahui benar lalu lintas keuangan partai.

"Oleh karena itu, meski sudah dicopot dari Bendum, bukan berarti dia boleh dinyatakan 'lupa' akan catatan lalulintas keuangan partai. Maka dari itu, pengakuan seorang mantan Bendum, tidak boleh disepelekan begitu saja oleh penegak hukum kita. Meski yang bersangkutan berada di 'pengasingan', bukan berarti pengakuan-pengakuannya tidak memiliki nilai sama sekali," kata Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa B. Nahrawardaya, kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.
 

 
Meski dia mengakui nyanyian Nazaruddin bahwa banyak elit Partai Demokrat yang terlibat dalam kasus suap proyek pembangunan wisma atlet Sea Games itu menyimpan kelemahan. Kelemahan satu-satunya dari Nazaruddin adalah pengakuannya disampaikan tidak pada tempat yang benar di wilayah hukum Indonesia, dan bukan di depan para penyidik hukum Indonesia. Nazaruddin menyampaikannya itu dari tempat persembunyiannya di Singapura.

"Namun bisa dipahami, mengapa Nazaruddin memilih berada di Singapura dibanding
tetap berada di Indonesia. Saya tidak yakin bahwa kepergian Nazaruddin ke Singapura
benar-benar dilandasi oleh kondisi sakit. Kepergian Nazaruddin mungkin sudah
direncanakan. Baik oleh Nazaruddin sendiri, maupun oleh kelompok yang menginginkan dia tidak berada di Indonesia untuk sementara waktu," ungkapnya.

Hanya saja, perkembangan demi perkembangan telah memaksa Nazaruddin untuk terus berada di Singapura. Bagi Nazaruddin, menurutnya, memberikan pengakuan dari Singapura, akan lebih menguntungkan daripada memberikan pengakuan di Indonesia.

"Paling tidak, itulah jalan yang bisa ditempuh oleh Nazaruddin, sebelum nanti akhirnya harus menerima kenyataan pahit bahwa bisa saja Nazaruddin dihabisi oleh pihak-pihak yang tidak ingin Nazaruddin bongkar-bongkar rahasia selama dia menjadi Bendum maupun saat sudah dilepas jabatan Bendumnya," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya