Berita

saleh p daulay

Untuk Maju 2014, Ada Pihak yang Ingin Hancurkan Citra Partai dan DPR

MINGGU, 03 JULI 2011 | 09:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai politik dan tentunya DPR, tempat aktivis parpol bersemayam, harus berhati-hati. Pasalnya, saat ini ada semacam gerakan untuk menghancurkan citra parpol dan DPR. Hal ini terlihat dengan kasus korupsi yang menjangkiti hampir semua partai politik, tapi di-blow-up sedemikian rupa.

"Memang fakta korupsi itu ada. Tapi fakta itu dijadikan instrumen untuk mendegradasikan partai politik. Targetnya agar muncul ketidakpercayaan publik terhadap partai politik," kata pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Saleh P Daulay, kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Saleh menjelaskan, bila masyarakat sudah tidak percaya dengan partai politik, tentu akan muncul keinginan masyarakat calon presiden altrernatif yang tidak berasal dari partai pada pemilihan presiden 2014 mendatang. Karena itu dia mensinyalir, upaya pendagradasian partai itu dilakukan pihak-pihak yang ingin maju pada 2014 mendatang tapi tidak punya kendaraan partai.


"Semua orang sudah tahu lah siapa itu," elak Saleh, saat ditanyakan siapa sebenarnya orang yang tidak punya partai tapi ingin maju jadi pada pilpres.

Selain hampir semua partai terjangkiti kasus korupsi, masih kata Saleh, saat ini partai juga tidak menjalakan fungsinya dengan baik. Partai politik asik dengan dirinya sendiri dan melupakan janjinya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.  

"Ditambah lagi kinerja DPR, yang merupakan representasi partai, semacam menjenuhkan. DPR hanya sibuk membuat Panja dan Pansus. Kecenderungannya, Panja dan Pansus ini juga bekerja seperti lembaga yudikatif, yang mengadili, menginvestigasi, mengintrogasi, dan memberikan justifikasi, dan ujungnya memutuskan ini bersalah atau tidak bersalah. Inikan sebenarnya fungsi yudikatif," ungkapnya.

Bukankah itu bagian dari tugas DPR melakukan pengawasan?
[zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya