Berita

Asad Said Ali/ist

NU akan Gerakkan Kaum Sufi Pimpin Kontemplasi Massal

MINGGU, 03 JULI 2011 | 08:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai persoalan seiring dengan masuknya era liberalisasi. Untuk menghadapi berbagai problema bangsa ini mutakhir ini, manusia membutuhkan penyelesaian dengan pendekatan materi dan spiritualitas. Salah satu yang bisa dilakukan adalah meningkatkan intensitas kontemplasi massal dalam bentuk zikir dan istighasah.

"Nahdlatul Ulama akan menggerakkan para pelaku tarekat dan sufi di Indonesia untuk memimpin kontemplasi massal di seluruh pelosok negeri," kata Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Asad Said Ali saat menjadi keynoote speech dalam Seminar 'Revitalisasi Sufi untuk Perdamaian Dunia,' dalam rangka Harlah NU ke-85 yang digelar di Surabaya, Sabtu malam, (2/7).

Asad menambahkan, NU berkepentingan menjaga keseimbangan sosial agar proses perbaikan bangsa terus berlangsung secara damai. Karena menurut mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara ini, pendekatan materi cenderung makin memanaskan situasi nasional.


"NU menyadari hal ini tidak baik karena itu semua elemen bangsa hendaknya meningkatkan aktivitas spiritualitas," jelas Asad, melalui keterangan pers yang diterima Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.

Di hadapan para pelaku tarekat yang berkumpul di Surabaya, Asad mengungkapkan optimismenya atas peran besar para pelaku tarekat. Kebeningan hati para pelaku tarekat bagi Asad adalah garansi efektifitas langkah taktis menyeimbangkan kondisi kehidupan sosial politik.

"Sejarah sering mengabaikan para tarekat, padahal selama ini mereka telah menenangkan hati jutaan masyarakat muslim di Indonesia hingga ketertiban sosial masih terjaga. Saya merasakan aura ketenangan itu meski saya tidak bisa menghilangkan kegugupan saya berdiri di hadapan para pelaku tarekat," lanjutnya.

Sementara itu KH. Mustofa Masud, salah seorang pelaku tarekat yang hadir dalam forum tersebut berpesan agar pemerintah tidak menyakiti hati muslim mainstream di Indonesia.

"Jangan ulangi kesalahan Soeharto meminggirkan masyarakat muslim mainstream. Mari kita bahu-membahu menormalkan kondisi negeri yang kita cintai ini. Persoalan kita memang kompleks tapi dengan kekuatan spiritualitas kita perbaiki negeri kita dengan hati," demikian Mustofa. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya