Berita

dahnil anzar simanjuntak/ist

SBY Perbaiki Kebijakan Jelang Pemilu, Sayang Rakyat Idap Rabun Jauh

JUMAT, 01 JULI 2011 | 11:06 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pemimpin dan khususnya rakyat Indonesia saat ini sedang mengidap penyakit myiopic atau rabun jauh. Bisa jadi, hari ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dihujat dengan berbagai permasalahan kebijakan ekonomi, politik, dan tidak jelasnya implementasi komitmen SBY dalam memberantas korupsi. Tapi, masyarakat bisa 'dihipnotis' dengan program-program dadakan, sehingga tetap memilih Demokrat pada saat Pemilihan Umum mendatang.

Hal itu dikatakan pengamat ekonomi Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 1/7).

"Siklus kebijakan ekonomi politik misalnya. (SBY) selalu mengeluarkan kebijakan-kebijakan tidak populis di awal dan pertengahan masa pemerintahan. Lihat saja kebijakan rencana pembatasan premium, rencana kenaikan TDL dan lain-lain yang menuai reaksi negatif, dibumbui dengan berbagai kasus korupsi dan politik yang mendegradasi popularitas SBY," katanya.


Meski begitu, Dahnil meliihat, pada dua tahun jelang masa pemerintahan berakhir, Pemerintahan SBY biasanya melancarkan kebijakan populis untuk memperbaiki citra dalam rangka pemilihan umum. Dia yakin, SBY dan Demokrat akan melakukan itu juga agar Demokrat tersebut tetap bisa berkuasa walaupun kelak bukan SBY yang maju menjadi calon presiden.

"Nah, kebijakan populis tersebut biasanya efektif mempengaruhi publik, sehingga publik tetap memilih yang bersangkutan. Ini menggambarkan pemimpin, politisi, birokrat dan rakyat negeri ini rabun jauh alias myiopic, abai akan masa depan hanya peduli dengan kepentingan jangka pendek buat pribadi dan kelompoknya," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya