Berita

azis syamsuddin/ist

Azis Syamsuddin Luruskan KNPI dari Rekayasa Oknum

KAMIS, 30 JUNI 2011 | 18:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Ketua KNPI, Azis Syamsuddin meminta semua pihak menghormati dan menunggu proses banding terkait sengketa kepengurusan KNPI di Mahkamah Agung.

Hal itu perlu disampaikan untuk meluruskan kesimpangsiuran yang ada selama ini mengenai polemik kepengurusan di KNPI.

"Kami sampaikan dengan sebenar-benarnya untuk menghindari terjadinya rekayasa oknum-oknum pemuda yang tidak bertanggungjawab,” tegas Ketua KNPI Aziz Syamsuddin dalam rilisnya yang diterima Redaksi (Kamis, 30/6).
 

 
Disampaikan kandidat calon Gubernur DKI Jakarta dari Golkar itu, pihaknya saat ini sudah menguasai kantor DPP KNPI yang sebelumnya dikuasai oleh oknum-oknum pemuda yang tidak taat hukum.

"Kami sudah menguasai keadaan tersebut dan menyerahkan penguasaan kunci-kunci yang berkaitan dengan gedung kepada pihak yang berwajib, Kepolisian Sektor Setia Budi, Jakarta Selatan," katanya.

Untuk meluruskan tentang situasi terkini dari KNPI, Azis Syamsuddin sendiri sudah menyampaikannya kepada Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, Pimpinan OKP Tingkat Nasional, Ketua KNPI Propinsi se Indonesia, Ketua DPD KNPI tingkat II se-Indonesia. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya