Berita

edhie wibowo/ist

Tak Perlu Mempolitisir Bila Ipar SBY Jadi KSAD

RABU, 29 JUNI 2011 | 14:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Disebut-sebut SBY telah memilih Letjen Pramono Edhie Wibowo sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal George Toisutta.

Menurut dosen Pascasarjana Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), Dr. Umar Syadat Hasibuan, bila Pramono telah dipilih maka hal tersebut merupakan hasil dari proses yang murni dari profesionalisasi yang dilakukan TNI. Hal tersebut juga bukti pertimbangan jenjang kepangkatan, prestasi, komitmen dan loyalitas Pramono selama ini di TNI AD, dan bukan berdasarkan soal hubungan kekeluargaan yang sekarang santer disangka banyak orang.

"Terpilihnya Letjen Pramono Edhie Wibowo jangan dilihat semata karena dia adik iparnya Presiden SBY. Harus dilihat juga dari pencapaian jenjang karirnya yang bersih, dimulai dari bukan siapa-siapa dan masa penugasannya, dialah perwira TNI yang paling layak. Dia mempunyai kapasitas, kapabilitas, pengalaman dan wawasan yang luas. Jadi agak mengherankan jika ada orang mempolitisasi, bahwa dia terpilih karena dia adik iparnya Presiden SBY," kata Umar kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 29/6).


Pengangkatan Letjen Pramono Edhi Wibowo sebagai KSAD, kata Umar, merupakan langkah strategis untuk lebih menjadikan TNI makin
profesional.

"Sepengetahuan saya, dia sangat loyal pada negara dan hanya tahu bahwa tugasnya hanyalah mengurus pertahanan negara, tidak banyak macam-macam, apalagi bermain politik. Dia juga selama ini tidak terdengar memanfaatkan posisi kakak iparnya untuk berkarir di TNI," kata Umar.

"Jadi hubungan Letjen Pramono Edhi Wibowo dengan kakak iparnya, Presiden SBY janganlah dijadikan isu politik untuk menghambat tugas-tugasnya di TNI. Jabatan KASAD adalah jabatan karir dari prestasi seorang perwira TNI yang diraih bukan karena nepotisme," tambah Umar.[yan]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya