Berita

Syarief Hasan Pingin Jadi Profesor Koperasi dari UNS

RABU, 29 JUNI 2011 | 12:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Syarief Hasan menyambut baik peluncuran Pusat Studi dan Pendampingan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, kemarin.

"Karena menjelang dua tahun saya lantik menjadi menteri, inilah pertama kali saya melantik pusat studi pendampingan untuk koperasi dan UKM," katanya di kampus UNS, Solo, Selasa (29/6).

Syarief pun tak sungkan untuk memuji civitas akademika UNS karena menaruh perhatian terhadap Koperasi dan UKM. Karena itu, dia pun menilai bahwa UNS adalah kampus koperasi dan UMKM.


"Artinya bahwa (bagaimana) keberpihakan kaum akademisi terhadap koperasi dan UKM, contohlah di UNS. Saya bangga. Mudah-mudahan, dan saya mengharapkan, bagaimana melakukan pendampingan, bagaimana menyerap ilmu UKM, memberdayakan, membesarkan koperasi dan UKM, datanglah ke UNS. Sekali lagi saya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap UNS," ungkapnya.

Hal itu ia katakan setelah mendengar penjelasan Rektor UNS Prof. Rafik bahwa di kampus tersebut memiliki banyak doktor yang memiliki disiplin ilmu tentang koperasi dan UMKM. Bahkan, tak kurang dari 140 guru besar yang berlatarbelakang UKM.

"Maka saya ucapkan selamat. Karena inilah satu-satunya universitas yang memiliki kebanyakan ilmuannya berlatar belakang dari UKM," ungkapnya.

Seolah tak mau kalah dengan Rektor UNS yang sebelumnya menyebut bahwa dirinya bisa menjadi rektor karena disertasinya tentang UKM, Menteri Syarief pun mengaku sebelumnya bergerak di bidang UKM. Makanya, dia menyambut hangat tawaran Rektor untuk menjadi gurubesar UKM dari UNS.

"Saya merasa bangga tadi Pak Rektor meminta saya, mudah-mudahan (bisa menjadi profesor di UNS). Karena memang, S1, S2, dan S3 saya dari ekonomi. Mudah-mudahan profesor ekonomi saya dari UNS," harapnya yang langsung disambut gelak-tawa sambil tepuk tangan hadirin.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya