Berita

Pembelaan Pemerintah untuk TKI Jelas

SELASA, 28 JUNI 2011 | 23:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Eksekusi pemancungan Ruyati binti Satubi, TKW asal Bekasi, mesti dilihat dengan utuh dalam perspektif hukum yang berlaku di Arab Saudi.

Demikian disampaikan Ketua Umum Komite Rakyat Indonesia Semesta (KeRIS) Erik Fitriadi dalam rilisnya yang diterima Redaksi, Selasa (29/6).

"Terlepas dari semua itu Pemerintah Indonesia pasti akan memberikan perlindungan hukum kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada diluar negeri," katanya.


Pembelaan negara terhadap masalah TKI sangat jelas, Dalam kasus Darsem binti Dawud, TKI yang membunuh majikannya karena hendak diperkosa dan mendapatkan maaf dari keluarga korban, misalnya negara terlibat penuh. Negara dalam hal ini pemerintah, membayar diyat atau dendanya yang mencapai Rp 4,6 miliar itu.

"Langkah ini merupakan kebijakan pemerintah yang telah melindungi pembantu rumah tangga migran Indonesia yang melanggar hukum tetapi mendapatkan maaf dari pihak keluarga korban," katanya lagi.

Berbeda dengan kasus Ruyati yang tidak mendapatkan maaf dari keluarga korban. Sehingga pemerintah tidak dapat mengintervensi hukum negara lain karena harus menghormati kedaulatan dan menghargai hukum yang berlaku di negara tersebut.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya