Berita

sigit s/ist

PKS Senayan Minta Pemerintah Serius Urus Kereta Api

SENIN, 27 JUNI 2011 | 19:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Moda transportasi perkeretapian di Indonesia memiliki keuntungan dan keunggulan yang signifikan terhadap pelayanan kebutuhan masyarakat dibanding moda transportasi lainnya.

Bisa diperkirakan pemenuhan armada kereta api oleh Industri Perkeretaapian dalam negeri akan menggerakkan roda perekonomian bangsa. Karenanya, Pemerintah harus konsisten dan serius mengurusi perkeretaapian.

"Pemerintah harus konsisten melaksanakan amanat UU Tentang Perkeretaapian, khususnya mempertegas pemisahan fungsi regulator dan operator kereta api sehingga bisa terealisasi sepenuhnya tahun ini" ungkap anggota Komisi V DPR, Sigit Soesiantomo kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 27/6).


Lebih lanjut Sigit prihatin terhadap lambannya pembenahan Kementerian Perhubungan dalam melaksanakan perintah paket UU Transportasi yang terkait dengan penghapusan monopoli dan pemisahan fungsi regulator dan operator yang selama ini membuat industri perkeretaapian tidak berkembang maju.

"PT. KAI mengalami kesulitan melakukan pengembangan dan investasi akibat ketidakjelasan pemilikan aset," jelas politisi PKS itu.

Salah satu amanat UU Perkeretaapian adalah dibentuknya Badan Usaha Milik Swasta yang menjadi pelaku dalam pengelolaan sarana dan prasarana perkeretaapian ini, maka akan semakin banyak pula pemesanan unit kereta api yang ditujukan pada industri kereta api dalam negeri. Keberadaan Badan Usaha yang bertanggung jawab terhadap kelaikan sarana dan prasarana perkeretaapian harus segera terbentuk tahun ini.

Menurut Sigit, jika capaian ini sudah terlaksana maka bisa dipastikan kita bisa mengatasi berbagai peristiwa anjloknya kereta api. Jika kondisi tersebut masih terjadi maka harus dilakukan evaluasi kinerja Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dalam menjalankan tugas negaranya untuk memastikan kelaikan sarana perkeretaapian di Indonesia. [dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya