Berita

ist

GEMPA PAPUA

Tim Evakuasi PMI Tembus Demba Papua

SENIN, 27 JUNI 2011 | 17:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Gempa beruntun telah mengguncang Kabupaten Waropen, Papua, sejak Minggu malam (26/6) hingga Senin siang tadi (27/6).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, telah terjadi empat kali gempa susulan setelah gempa pertamanya yang berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR) dengan kedalaman 132 km terjadi di laut, tepatnya di 53 km Timur Laut Waren, Papua, Sabtu malam kemarin sekitar pukul 21.16 WIT.

Gempa susulan pertama berkekuatan 5,3 SR terjadi sekitar setengah jam kemudian, tepatnya pukul 21.51 waktu setempat. Menjelang tengah malam, sekitar pukul 00.03 WIT, terjadi lagi gempa susulan ke DUA di lokasi yang sama, yaitu area Tenggara Waren, Papua. Senin dini harinya, gempa berkekuatan 5,0 SR kembali mengguncang Kabupaten Waropen, Papua di 36 km Tenggara Waren dengan kedalaman yang cukup dangkal yaitu 10 km.


Terkini, Senin siang tadi sekitar pukul 13.57 WIT, gempa berkekuatan 5,5 SR kembali terjadi di Waren, Papua dengan kedalaman yang sama.

Sementara itu, tim evakuasi gempa PMI saat ini tengah menuju lokasi pusat gempa di kawasa Demba, Kampung Tefaro, Waropen Papua.  Dengan menggunakan jalur laut, rencananya tim yang berangkat dari pelabuhan kecil Kabupaten Waropen, Papua, akan segera tiba dilokasi.

"Kami peroleh kabar bahwa gempa menimbulkan dampak yang cukup parah. Ada rumah warga yang rusak akibat guncangan gempa beruntun di sana. PMI akan lakukan pendataan dampak gempa di sana," tegas salah satu anggota Pengurus PMI Kabupaten Waropen Nikson Yenusi,

Dijadwalkan, personil PMI Kabupaten Waropen akan tiba di lokasi pusat gempa di wilayah Demba, pada pukul 18.00 WIT sore ini. Hingga berita ini diturunkan, seluruh personil PMI Papua dan PMI Kabupaten Waropen bersiaga memantau kondisi pascagempa beruntun di tanah Papua.

Perlu diketahui, BMKG mencatat telah terjadi 11 kali gempa beruntun di Papua sepanjang dua hari terakhir. Gempa diantaranya berkekuatan 4 hingga 5 SR. [dem] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya