Berita

ilustrasi/ist

Inilah Daftar WNI yang Lolos dari Hukuman Mati

SELASA, 21 JUNI 2011 | 21:11 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Pemerintah Indonesia sejak tahun 2009 telah membantu sejumlah warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri lolos dari jeratan hukuman mati.

Kementerian Luar Negeri yang dipimpin Marty Natalegawa mempublikasi daftar itu setelah dihujat oleh berbagai kalangan karena gagal mengawal persidangan kasus pembunuhan yang melibatkan seorang TKW dari Bekasi, Ruyati (54 tahun). Ruyati telah dieksekusi mati akhir pekan lalu (Sabtu, 18/6).

Dalam dokumen yang dirilis Kementerian Luar Negeri itu, disebutkan bahwa WNI yang berhasil diselamatkan dari hukuman mati dalam kasus yang terjadi di Arab Saudi, Malaysia, Suriah dan Uni Emirat Arab.


Berikut petikannya.

Arab Saudi
Nurmakin Sabri, mendapatkan pemaafan dari korban untuk kasus pembunuhan (perdata) dan mendapatkan ampunan raja untuk kasus pidananya. Ybs telah dipulangkan ke Indonesia.

Sugiono Satru Ami, dimaafkan keluarga korban tahun 2009 dan mendapat pengampunan Raja 28 Desember 2009. Yang bersangkutan sudah pulang ke Indonesia awal 2010.

Ahmad Fauzi bin Abu Hasan, terancam hukuman mati karena membunuh sesama WNI. Pada bulan Oktober 2009, telah mendapatkan maaf tertulis dari keluarga korban.

Darsem bt Daud, telah dimaafkan dengan uang diyat Rp. 4,6 milyar. Dalam proses pengumpulan uang diyat

Malaysia
Paridah Wahid, lepas dari vonis hukuman mati atas kasus narkoba, bebas pada 8 Desember 2010

Yusri Pialmi, bebas dari tuduhan terkait kasus narkoba oleh Mahkamah Persekutuan pada 14 Juni 2010

Zulkifli bin Mohamad, telah terbebas dari vonis hukuman mati pada 14 Mei 2010

Romi Amora bin Amir, telah terbebas dari vonis hukuman mati pada 18 Oktober 2010

Maryanti Masni, bebas dari hukuman mati dan telah kembali ke Indonesia tanggal 4 Maret 2011.

Andi Pranata, bebas dari tuduhan pembunuhan dan sudah dipulangkan melalui Pontianak tanggal 11 april 2011

Muhamad Mizal bin Saad, terhindar dari hukuman mati, kemudian diberikan vonis 15 tahun dan 10 sebatan pada 29 November 2009

Norman bin Ismail, terhindar dari hukuman mati, kemudian diberikan vonis 13 tahun 20 Oktober 2010

Lelan Jalaludin, terbebas dari vonis hukuman mati pada 12 Maret 2012

Muhammad Iqbal, terbebas dari vonis hukuman mati pada 19 Juli 2011

Nadiah, terbebas dari vonis hukuman mati pada 12 Maret 2012

Syahrul Efendi, terbebas dari vonis hukuman mati pada 27 Februari 2012

Suriah
Yanti Puspita Sari bt Satia, divonis bersalah telah melakukan pembunuhan atas majikan. Pada bulan Mei 2009, pengacara KBRI Damascus telah berhasil menyelamatkan ybs dari vonis hukuman mati dan digantikan hukuman seumur hidup.

Uni Emirat Arab
Rosita bt Muhtadin Jalil,  KJRI Dubai menunjuk pengacara dan melakukan pembelaan sehingga Rosita dibebaskan pada tanggal 11 Juni 2011 dan sudah berkumpul dengan keluarganya. [guh]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya