Berita

boediono/ist

Hatta Umumkan Daftar Enam Dosa Boediono!

MINGGU, 19 JUNI 2011 | 10:17 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

RMOL. Ketika masih menjabat sebagai Menteri Keuangan di pemerintahan terakhir Soeharto, Fuad Bawazier yang kini jadi politisi pernah memecat Boediono yang terlibat dalam penyusunan skema Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Tidak tanggung-tanggung, sedemikian besar dosa yang satu ini, pemecatan Boediono dilakukan atas perintah Soeharto.

Itulah dosa pertama dari daftar enam dosa Boediono yang dikumpulkan Hatta Taliwang, aktivis prodemokrasi dari angkatan 77/78.

“Sebagai Direktur Analisis Perkreditan BI, Boediono ikut bertanggung jawab atas penyaluran BLBI tahun 1997 yang hampir membuat negara collapse dengan kerugian negara sekitar Rp 700 triliun. Fuad Bawazier menyebut Boediono sebagai residivis BLBI,” kata Hatta kepada Rakyat Merdeka Online, Minggu pagi ini (19/6).


Dengan demikian, tidak usah heran bila ketika menjadi Menteri Keuangan di masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, Boediono merancang release and discharge untuk debitor BLBI. Negara kembali dirugikan Rp 300 triliun, dan ini adalah dosa kedua Boediono.

Nah, akibat BLBI, bank-bank yang ditutup harus diselamatkan melalui skema rekapitalisasi sampai 30 tahun yang harus ditanggung rakyat lewat APBN bernilai puluhan triliun.

“Itu dosa Boediono yang ketiga,” ujar Hatta lagi.

Setelah babak BLBI, Boediono juga melakukan kekeliruan yang begitu merugikan negara hingga hari ini. Di tahun 2003 pemerintah Amerika Serikat mengucurkan program pinjaman senilai 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 15 triliun yang semestinya digunakan untuk pengembangan koperasi dan dunia pertanian.

Tetapi, oleh Boediono bantuan itu dibelokkan untuk membantu Bank CIC yang setahun kemudian merger dengan dua bank lain menjadi Bank Century.

Selanjutnya, sambung Hatta, Boediono bertanggung jawab di balik pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) yang dikucurkan BI dan danatalangan yang dikucurkan KSSK untuk Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

Dosa keenam Boediono, masih menurut daftar yang dihimpun Hatta, berkaitan dengan skandal pajak Bank Mandiri yang merugikan negara sebesar Rp 2,2 triliun. Informasi mengenai kasus ini telah berkali-kali disampaikan Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Indonesia (APPI) Sasmito Hadinagoro.

“Dengan sederet skandal besar ini kok bisa Boed lolos jadi wakil presiden, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak bertindak? Inikah realita bahwa negara ini benar-benar telah menjadi negara mafia?” tanya Hatta masygul. [guh]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya