Berita

rizal ramli/ist

Rizal Ramli: Indonesia Alami Panca-Bangkrut

KAMIS, 16 JUNI 2011 | 19:52 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Di bawah pemerintahan SBY, Indonesia mengalami lima jenis kebangkrutan yang bisa berakibat fatal: negara yang sungguh-sungguh gagal.

Kelima panca-bangkrut itu disampaikan ekonom senior Rizal Ramli ketika berbicara dalam sarasehan tokoh politik di PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, siang tadi (Kamis, 16/6). Sarasehan itu sendiri bertemakan “Apakah Indonesia Negara Bangkrut?” 

“Sering dikatakan bahwa Indonesia menjadi negara gagal atau failed state. Tetapi menurut saya, yang terjadi saat ini barulah kegagalan kepemimpinan atau failed leadership,” ujar Rizal Ramli kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu mengulangi apa yang telah disampaikannya dalam sarasehan di PP Muhammadiyah.

Kegagalan kepemimpinan inilah, sambungnya, yang membuat Indonesia mengalami lima jenis kebangkrutan. Pertama, bangkrut di bidang ideologi. Bukan karena Indonesia tidak memiliki ideologi, melainkan karena ideologi negara, yakni Pancasila, tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, melainkan dijadikan propaganda semata.

Kedua adalah kebangkrutan kepemimpinan, karena pihak yang berkuasa dan menjadi pemimpin formal tidak memiliki karakter yang kuat.

“Kepemimpinan memiliki dua dimensi, yakni karakter dan visi. Bila seorang pemimpin hanya memiliki visi, tanpa karakter, maka ia akan gampang terombang-ambing, seperti pemimpin kita saat ini,” jelas mantan Menko Perekonomian yang kini dikenal sebagai tokoh oposisi itu.

Ketiga adalah kebangkrutan di bidang finansial yang tampak dari gap antara indikator makro ekonomi yang selalu diagung-agungkan pemerintah dengan realita ekonomi masyarakat.

“Memang indikator makro kita saat ini terlihat bagus. Tapi ini hanya soal waktu. Apakah resesi dunia membentuk kurva V, atau kurva W. Kalau yang terjadi seperti di Eropa , yakni kurva W, maka kita akan mengalami satu pukulan lagi. Seperti yang dialami Portugal, Italia, Yunani dan Spanyol beberapa waktu lalu,” urainya lagi.

Kesejahteraan rakyat juga mengalami kebangkrutan. Negara dan pemerintah tidak dapat memberikan perlindungan maksimal karena elite politik lebih sibuk menimbun kekayaan untuk kelompok mereka dan memperebutkan APBN. Daya belim masyarakat semakin lemah, dan terjebak pada pola ekonomi neoliberalisme yang mendorong konsumsi tinggi tanpa menciptakan lapangan pekerjaan atau pekerjaan yang bisa menopang kehidupan masyarakat.

Terakhir, adalah kebangkrutan kedaulatan dan kemandirian dimana sama sekali tidak terlihat arah kebijakan yang jelas. Kebangkrutan ini ada kaitannya dengan jenis kebangkrutan sebelumnya, yakni kebangkrutan kepemimpinan.

“Pemerintah terlalu menggembar-gemborkan visi dan mimpi, tanpa memiliki karakter dan kemampuan teknis operasional. Di semua level, pemimpin kita terlihat lebih sibuk mengurusi pencitraan, termasuk dengan mengumbar janji.”

Akibatnya, sambung Rizal Ramli lagi, rakyat seakan menjadi yatim piatu. Ketika menghadapi masalah, rakyat mesti menyelesaikannya sendiri masalah mereka. [guh]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya