Berita

arifinto/ist

Siti Zuhro Sarankan Andi Mallarangeng Contoh Arifinto yang Tertangkap Nonton Video Porno

KAMIS, 09 JUNI 2011 | 16:46 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Andi Malarangeng didesak untuk benar-benar menerapkan etika pejabat publik. Menteri Negara Pemuda dan Olahraga itu seharusnya malu ketika terjadi kegagalan atau skandal di lembaga yang dipimpinnya.

Hal itu dikatakan pengamat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro, di Jakarta hari ini (Kamis, 9/6). Siti mengatakan itu mengomentari kasus suap di Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga dalam proyek pembangunan wisma atlet Sea Games.

Dia mencontohkan bahwa pejabat publik negara maju seperti Jepang akan segera mengundurkan diri, apabila mengalami situasi yang sama seperti yang terjadi dalam kasus dugaan suap Sesmenegpora. Menurutnya, benar-benar melaksanakan budaya malu bisa menjadi solusi dan jalan keluar karena terkait erat dengan kredibilitas pribadi dan pemerintahan.


"Yang utama pimpinan harus bertanggung jawab, mari mulai kita tunjukkan budaya malu kepada publik kalau ada kegagalan atau skandal," kata Siti.

Budaya malu yang awam dipraktikkan pejabat Negara maju, lanjutnya, justru lebih jelas ditunjukkan oleh politisi PKS, Arifinto, yang rela mundur dari jabatan di DPR hanya karena ketahuan menonton video porno saat mengikuti sidang paripurna lembaga.

"Kasus Sesmenegpora ini momentum yang baik, agar elit bisa menunjukkan teladan, Andi Malarangeng tahu tentang prinsip ini dan harus ambil resiko (mundur) itu," tegas Siti.

Saat ini KPK masih dalam tahap investigasi kasus Sesmenegpora dan telah menetapkan Wafid, Mindo, dan El Idris sebagai tersangka. Sementara KPK masih belum menemukan bukti keterkaitan mantan bendahara umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, yang selama ini sering disebut-sebut terkait kasus tersebut. [zul]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Misteri Listrik Kejagung Padam di Tengah Pemeriksaan Febrie Adriansyah, Mobil Tahanan Bersiaga

Jumat, 24 Juli 2026 | 22:06

Prabowo Perlu Tiru Trik Cerdas Mahathir Hadapi Krisis

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:52

Indonesia Putar Haluan dari AS dan Bidik Pasar Ekspor Baru

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:38

Mentan Ngamuk, Minta Polisi Sikat Tujuh Perusahaan Culas Penolak Tebu Petani

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:29

100 Tahun Rarud Batur: Ketika Lava Tak Mampu Menghapus Peradaban

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:19

DPR Desak Operator Seluler Patuhi Putusan MK soal Kuota Internet Hangus

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:16

KUII VIII Jadi Momentum Bersejarah, Wantim MUI Ajak Umat Perkuat Peran Menuju Indonesia Emas 2045

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:13

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Rehabilitasi Empat Sekolah Rusak

Jumat, 24 Juli 2026 | 21:01

PIKI Gelar Seminar Nasional di Tentena, Dorong Reformulasi Tata Kelola Dana Bagi Hasil Pertambangan

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:52

PPP Banten Bergejolak, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 20:51

Selengkapnya